JAKARTA — Pemerintah pusat memberikan tenggat waktu satu tahun bagi seluruh daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Bengkulu dan kabupaten/kota di dalamnya, untuk menuntaskan persoalan sampah. Target tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis.
"Dalam waktu satu tahun ini kita harus selesaikan masalah sampah di seluruh Indonesia. Semua sungai harus bersih, semua kali harus bersih," kata Presiden dalam siaran resmi Sekretariat Presiden yang dikutip di Jakarta.
Presiden tidak hanya menyoroti sampah di daratan, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan aliran sungai dan saluran air. Ia meminta para gubernur, bupati, dan wali kota, termasuk di Bengkulu, untuk bergerak cepat. Seluruh instansi terkait diinstruksikan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di wilayah masing-masing.
"Saya anjurkan gubernur, bupati, wali kota, semua instansi di bidang masing-masing, lestarikan alam, jaga kebersihan," ujar Prabowo.
Selain masalah sampah, Kepala Negara juga meminta pemerintah daerah dan masyarakat mencegah penebangan pohon secara sembarangan. Menurut Prabowo, kelestarian hutan merupakan bagian integral dari upaya menjaga lingkungan dan daya tarik wisata.
"Alam harus dijaga. Pohon tidak boleh ditebang sembarangan. Kalau perlu kita tanam ratusan juta pohon baru," tegasnya.
Lingkungan yang bersih dan asri dinilai Presiden sebagai salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya tarik wisata di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Bengkulu yang memiliki potensi wisata alam dan pantai.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo di tengah peresmian Stasiun Semarang Tawang, bangunan bersejarah yang selesai direvitalisasi oleh PT KAI sejak Mei hingga Desember 2025. Usai meresmikan, Presiden menjajal layanan Kereta Nusantara Explorer menuju Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sebagai bagian dari dukungan terhadap sektor pariwisata.