BENGKULU — Puluhan pelajar SMP dari berbagai sekolah di Kota Bengkulu memadati Gedung Pendopo UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu untuk mengikuti lomba lukis tahunan. Mereka diberi waktu empat jam untuk menyelesaikan karya dengan kebebasan mengeksplorasi teknik pewarnaan, komposisi, dan gagasan visual sesuai imajinasi masing-masing.
Ketua Panitia Lomba, Syarofah Antoni, mengatakan ajang ini merupakan agenda rutin yang digelar pihaknya setiap tahun. Kegiatan bertujuan memberikan ruang ekspresi bagi pelajar sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya Bengkulu sejak usia sekolah.
Sebelum lomba dimulai, panitia dan dewan juri memberikan arahan teknis kepada peserta. Aspek penilaian meliputi keunikan, inovasi, kreativitas, serta kemampuan mengembangkan gagasan melalui media lukis.
Para peserta tampak antusias menorehkan kuas di atas kanvas. Suasana di dalam gedung berlangsung kondusif, dengan setiap pelajar fokus mengerjakan karyanya masing-masing.
Syarofah menegaskan pemilihan tema budaya Bengkulu bukan tanpa alasan. Menurutnya, generasi muda perlu disiapkan sejak dini agar memiliki kegiatan yang positif dan produktif.
"Generasi muda ini kalau tidak dipupuk dari sekarang, takutnya nanti lari ke yang negatif. Jadi kami di sini memupuk agar mereka terus berapresiasi dan positif terhadap budaya Bengkulu," ungkapnya.
Lomba ini menjadi salah satu upaya UPTD Taman Budaya dalam mengapresiasi karya seni pelajar. Selain mengasah kemampuan seni rupa, peserta diajak mengenal dan mencintai kekayaan budaya yang dimiliki Provinsi Bengkulu.
Lewat kegiatan semacam ini, diharapkan muncul bibit-bibit seniman muda yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap nilai-nilai budaya lokal. Panitia berharap antusiasme pelajar terhadap seni lukis terus tumbuh di tahun-tahun mendatang.