Proyek Rekonstruksi Jalan Air Dingin-Muara Aman di Lebong Rp 25 Miliar Belum Juga Dilelang, Warga Khawatir Nasibnya Sama Seperti Tahun Lalu

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:46:01 WIB
Ruas Jalan Air Dingin-Muara Aman di Kabupaten Lebong terpantau rusak parah dengan aspal berlubang dan badan jalan amblas.

LEBONG — Jalan provinsi yang menghubungkan kawasan Air Dingin menuju Muara Aman di Kabupaten Lebong masih dibiarkan dalam kondisi rusak parah. Padahal, anggaran perbaikannya sudah dialokasikan sebesar Rp 25 miliar dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Provinsi Bengkulu tahun 2026.

Kekhawatiran warga beralasan. Proses lelang untuk proyek rekonstruksi ruas jalan dan penanganan longsor itu belum dimulai, sementara waktu untuk mengerjakan fisik di lapangan semakin sempit. Jika terus tertunda, bukan tidak mungkin pekerjaan kembali molor seperti tahun-tahun sebelumnya.

Plt Kepala Dinas PUPR Lebong: Kami Sudah Tanya ke Provinsi, Jawabannya Masih Persiapan

Indra Gunawan, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebong, mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Dinas PUTR Provinsi Bengkulu untuk menanyakan kepastian proyek tersebut. Namun, jawaban yang diterima masih sebatas proses administrasi.

“Masih dalam proses persiapan pengadaan. Artinya, lelang belum dimulai,” ujar Indra, Rabu (12/08/2026).

Ia menegaskan bahwa proyek dengan nama Rekonstruksi Ruas Jalan dan Penanganan Longsor Ruas Jalan Air Dingin-Muara Aman ini sudah pasti masuk dalam DPA Provinsi. Hanya saja, kepastian kapan pekerjaan fisik akan dimulai belum ada.

“Kalau di DPA Provinsi itu pasti ada. Tapi kapan dimulai, saya juga belum tahu pasti,” tuturnya.

Kerusakan Parah di Rimbo Pengadang hingga Kelurahan Tes

Kondisi jalan di sejumlah titik saat ini sudah sangat memprihatinkan. Berdasarkan pantauan Dinas PUPR Kabupaten Lebong, kerusakan terparah berada di wilayah Rimbo Pengadang, Talang Ratu, hingga Kelurahan Tes, terutama di sekitar Jembatan Air Pauh.

Kerusakan yang terjadi bukan hanya aspal berlubang, tetapi juga mencakup badan jalan yang amblas akibat pergerakan tanah. Hal ini membuat ruas jalan tersebut berbahaya bagi pengendara roda dua maupun roda empat, terlebih saat hujan turun.

Mengapa Waktu Menjadi Musuh Utama Proyek Ini?

Tahun anggaran 2026 diprediksi hanya menyisakan waktu efektif sekitar tiga hingga empat bulan untuk pekerjaan fisik. Dengan proses lelang yang belum dimulai, peluang proyek ini selesai tepat waktu sangatlah tipis.

Indra berharap Dinas PUTR Provinsi Bengkulu segera mempercepat seluruh tahapan agar pekerjaan dapat dimulai dalam waktu dekat. Jika tidak, dikhawatirkan anggaran yang sudah dialokasikan justru menjadi sia-sia dan masyarakat kembali kecewa.

“Semoga saja segera dimulai dalam waktu dekat ini. Mengingat tahun anggaran 2026 hanya menyisakan beberapa bulan lagi,” imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Dinas PUTR Provinsi Bengkulu mengenai jadwal pasti pelaksanaan lelang proyek tersebut. Warga Lebong pun hanya bisa menunggu dan berharap janji perbaikan jalan kali ini benar-benar direalisasikan, bukan sekadar wacana politik belaka.

Reporter: Sutomo
Sumber: gobengkulu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top