KOTA BENGKULU — Program pembiayaan Usaha Ultra Mikro (UMi) di Provinsi Bengkulu menunjukkan akselerasi signifikan. Data resmi mencatat sebanyak 8.537 pelaku usaha telah menerima manfaat program tersebut dengan total dana yang digelontorkan mencapai Rp58,28 miliar.
Angka tersebut dirilis langsung oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bengkulu. Kepala Kanwil DJPb Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardhana, menegaskan bahwa realisasi ini bukan sekadar bukti komitmen pemerintah dan lembaga penyalur dalam mendorong inklusi keuangan, tetapi juga sinyal menguatnya ekonomi akar rumput pasca-pandemi.
Fakta menarik terungkap dari komposisi debitur. Irfan menyebut rata-rata pemanfaatan program UMi di Bengkulu didominasi oleh kaum perempuan.
Kondisi ini merepresentasikan kuatnya gerakan pemberdayaan perempuan di Provinsi Bengkulu. Mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor utama dalam penciptaan lapangan kerja skala mikro sekaligus penopang ekonomi keluarga.
Penyaluran pembiayaan UMi tersebar di sepuluh kabupaten dan kota. Wilayah dengan serapan tertinggi adalah Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara.
Keberadaan program UMi dinilai menjadi salah satu instrumen kunci pemerintah dalam memperluas akses permodalan bagi usaha mikro yang selama ini kerap kesulitan mengakses perbankan formal.
Dengan skema pembiayaan yang lebih mudah diakses, program ini diharapkan terus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat di tingkat paling bawah. Pemerintah dan lembaga penyalur berkomitmen menjaga keberlanjutan program agar dampaknya terhadap pengurangan kemiskinan dan pemerataan ekonomi semakin terasa di seluruh wilayah Bengkulu.