BENGKULU — Ribuan pelajar madrasah dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu berkumpul dalam ajang Kemah Pramuka Madrasah Daerah (KPMD) yang resmi dibuka Jumat (4/9/2026). Kegiatan perdana di provinsi ini berlangsung selama empat hari dan diikuti 1.500 peserta dari 75 pangkalan madrasah.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., menyebut penyelenggaraan kali ini menjadi tonggak sejarah bagi pembinaan kepramukaan di lingkungan madrasah setempat.
"Hari ini merupakan sejarah dan kebanggaan kami Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu," ujar Saefudin saat menyampaikan laporan pelaksanaan KPMD 2026 pada pembukaan kegiatan.
Saefudin menjelaskan, KPMD dirancang bukan sekadar ajang berkumpul pelajar dari berbagai madrasah. Selama empat hari, para peserta mengikuti kegiatan yang bertujuan melatih kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan baru.
Pengalaman langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter. Para peserta ditantang untuk bekerja dalam kelompok, membagi tugas, menyelesaikan persoalan, dan berinteraksi dengan peserta dari madrasah lain.
"Melalui KPMD ini kita ingin membangun identitas, kemandirian, disiplin dan tanggung jawab peserta didik. Nilai-nilai keagamaan juga harus tetap menjadi bagian dari proses tersebut," kata dia.
KPMD perdana tahun ini turut mengangkat isu kepedulian terhadap lingkungan melalui penguatan ekoteologi, salah satu program Asta Protas Kementerian Agama. Nilai tersebut tidak hanya disampaikan lewat materi, tetapi dipraktikkan langsung oleh peserta.
Pada Sabtu (5/9/2026), peserta dijadwalkan melakukan pelepasliaran burung dan penebaran benih ikan. Kegiatan ini menjadi sarana mengenalkan kepedulian terhadap alam sekaligus menghubungkan nilai kepramukaan dengan upaya menjaga lingkungan.
Saefudin berharap penyelenggaraan KPMD 2026 tidak menjadi yang terakhir. Menurutnya, kesinambungan kegiatan sangat diperlukan agar pembinaan kepramukaan di madrasah memiliki ruang yang konsisten dan terus berkembang.
"Semoga kegiatan ini bukan hanya menjadi yang pertama. Tetapi bisa terus kita laksanakan secara rutin dan semakin baik pada tahun-tahun berikutnya," tuturnya.
Dengan adanya wadah pembinaan di tingkat provinsi ini, diharapkan lahir generasi pelajar madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan serta kepedulian sosial yang tinggi.