PLN Resmikan SPKLU Signature Andara Depok: 12 Nozzle 120 kW

Penulis: Ragil  •  Minggu, 13 September 2026 | 21:34:31 WIB
Peresmian SPKLU Signature Andara di Cinere, Depok, Selasa (8/9/2026).

BENGKULU — Peresmian berlangsung Selasa (8/9/2026) di kawasan Cinere, Depok. Fasilitas ini dibangun di atas lahan 1.100 meter persegi dan digadang sebagai salah satu SPKLU paling lengkap yang PLN operasikan sejauh ini.

Yang membedakan dari SPKLU biasa bukan cuma kecepatan pengisian, tapi paket fasilitas pendukung yang biasanya absen di titik pengisian umum. PLN menggandeng PT Niscala Energi Indonesia sebagai mitra operator layanan di lokasi ini.

Enam Mesin, 12 Nozzle, 120 kW per Unit

SPKLU Signature Andara dilengkapi enam unit mesin Ultra Fast Charging dengan total 12 nozzle. Setiap nozzle berkapasitas 120 kW — angka yang masuk kategori cepat untuk standar infrastruktur EV Indonesia saat ini.

Dengan konfigurasi ini, satu mesin bisa melayani dua kendaraan bersamaan. Untuk lokasi di area padat seperti Cinere, rasio nozzle terhadap mesin jadi faktor penting supaya antrean tidak menumpuk di jam sibuk.

Fasilitas Pendukung: dari Lounge sampai Charging Assistant

Ini bagian yang paling sering dikeluhkan pengguna EV di SPKLU umum: menunggu 20-30 menit tanpa tempat duduk layak atau toilet. PLN tampaknya menjawab keluhan itu di Signature Andara.

  • Charging assistant yang membantu proses pengisian
  • Wi-Fi gratis
  • Premium lounge untuk menunggu
  • CCTV di area pengisian
  • Penanda area parkir khusus
  • Fasilitas pengisian angin

Hari, pengguna EV asal Bogor, menyebut kelengkapan fasilitas jadi pertimbangan utama. "Harapannya setiap SPKLU seperti SPKLU Signature Andara ini memiliki fasilitas yang lengkap, khususnya toilet, karena fasilitas ini sangat penting bagi saya," katanya.

Soal kecepatan, Hari mengklaim pengisian dari 40 persen ke 100 persen cukup sekitar 20 menit menggunakan Ultra Fast Charging. Angka ini konsisten dengan kapasitas 120 kW, meski waktu aktual tetap bergantung pada kemampuan onboard charger kendaraan masing-masing.

5.081 Mesin SPKLU di 3.180 Lokasi

Hingga peresmian ini, PLN mengoperasikan 5.081 mesin SPKLU yang tersebar di 3.180 lokasi seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, baru empat yang berstatus Signature — artinya konsep premium ini masih tahap awal, bukan standar menyeluruh.

Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto, menegaskan posisi SPKLU dalam strategi perusahaan. "Ini bukan sekadar peresmian. Pesan yang ingin kami sampaikan adalah PLN siap mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik," ujarnya.

Didi juga menyebut pengembangan ekosistem EV tidak bisa jalan sendiri. "Pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak bisa dilakukan PLN sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak," katanya.

Yang Perlu Diperhatikan

Empat SPKLU Signature dari total 5.081 mesin berarti konsep ini belum merata. Pengguna EV di luar Jabodetabek besar kemungkinan masih menghadapi SPKLU standar dengan fasilitas minim.

Tarif pengisian di SPKLU Signature juga tidak disebut dalam peresmian ini. Untuk pengguna yang mempertimbangkan biaya per kilometer, selisih tarif antara SPKLU reguler dan Signature layak dicek sebelum menjadikannya titik pengisian rutin.

Kapasitas 120 kW memang cepat, tapi tidak semua EV di Indonesia mendukung pengisian secepat itu. Mobil listrik dengan onboard charger 7-11 kW akan tetap terbatas kecepatannya, seberapa pun besar daya yang tersedia di nozzle.

Kesimpulan

SPKLU Signature Andara menjawab dua keluhan utama pengguna EV: waktu tunggu dan kenyamanan selama menunggu. Kombinasi 12 nozzle 120 kW plus lounge dan toilet membuatnya layak jadi titik pengisian andalan di area Depok-Jakarta Selatan.

Catatannya, jangkauan SPKLU Signature masih sangat terbatas. Bagi pengguna EV di luar Jabodetabek, fasilitas seperti ini kemungkinan besar belum bisa dinikmati dalam waktu dekat.

Reporter: Ragil
Sumber: biem.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top