Dinkes Rejang Lebong Evaluasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Skrining PTM Baru 39,8 Persen

Penulis: Fajar  •  Rabu, 16 September 2026 | 23:02:02 WIB
Kepala Dinkes Rejang Lebong memimpin pertemuan monitoring evaluasi program Pemeriksaan Kesehatan Gratis.

Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, mengevaluasi pelaksanaan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk mengatasi rendahnya partisipasi warga dalam skrining penyakit tidak menular. Cakupan penduduk di atas 20 tahun yang menjalani skrining baru 39,8 persen, sementara target program mencapai 135.234 jiwa atau 46 persen dari total 293.934 penduduk hingga akhir 2026. Evaluasi dilakukan lewat pertemuan monitoring untuk mengukur capaian sekaligus menindaklanjuti kendala di lapangan.

REJANG LEBONG — Kepala Dinkes Rejang Lebong Asep Setia Budiman menyebut pertemuan monitoring digelar untuk mengukur capaian program sekaligus mencari solusi atas kendala pelaksanaannya. Pemeriksaan kesehatan gratis menyasar seluruh siklus hidup warga, dari bayi baru lahir hingga lansia berusia 60 tahun ke atas.

"Tadi kami sudah melakukan pertemuan untuk memonitoring dan mengukur capaian serta menindaklanjuti kendala pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis," kata Asep.

80,82 Persen Warga Tak Pernah Ukur Lingkar Perut

Data Dinkes menunjukkan rendahnya kesadaran warga memeriksa kondisi tubuh sendiri. Sebanyak 80,82 persen warga tidak pernah mengukur lingkar perut, 62,6 persen tidak pernah memeriksa gula darah, dan 61,6 persen tidak memeriksa kolesterol.

Selain itu, 36,61 persen masyarakat tidak pernah memantau berat badan dan 32,6 persen tidak pernah mengukur tekanan darah. Pola ini dinilai berkaitan langsung dengan tingginya prevalensi penyakit tidak menular di daerah tersebut.

Hipertensi 30,6 Persen, Diabetes 24,3 Persen

Prevalensi PTM pada kelompok dewasa dan lansia di Rejang Lebong tergolong tinggi. Hipertensi mencapai 30,6 persen, diabetes 24,3 persen, dan obesitas 23,4 persen.

Pada kelompok anak, prevalensi stunting tercatat 21,5 persen dan anemia anak sekolah 15,6 persen. Angka-angka itu menjadi dasar mengapa skrining dini dianggap mendesak.

Bukan Sekadar Menemukan Penyakit

Asep menegaskan keberadaan PKG tidak hanya bertujuan menemukan penyakit. Program ini mengidentifikasi faktor risiko dan kondisi pra-penyakit sejak dini agar penanganan medis bisa dilakukan lebih cepat.

Sasaran program mencakup bayi baru lahir, balita dan prasekolah usia 1–6 tahun, usia sekolah dan remaja 7–17 tahun, dewasa 18–59 tahun, hingga lansia 60 tahun ke atas.

Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat

Untuk memperluas jangkauan layanan sesuai indikator RPJMN 2024–2029, Dinkes Rejang Lebong memperkuat koordinasi lintas sektor. UPT Puskesmas, organisasi perangkat daerah, pihak kecamatan, akademisi dari Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan IAIN, hingga pengelola klinik swasta dilibatkan.

Target 135.234 jiwa yang harus terjaring hingga akhir 2026 menuntut percepatan di lapangan. Capaian skrining yang masih 39,8 persen menjadi pekerjaan rumah utama bagi Dinkes setempat.

Reporter: Fajar
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top