BENGKULU — Mantan vokalis The Fray, Isaac Slade, tampil sebagai musisi tamu pertama dalam rangkaian tur Ed Sheeran di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. Penampilan itu berlangsung setelah sejumlah artis pendukung menarik diri menyusul keluarnya Macklemore dari tur. Slade juga menyampaikan pandangannya soal perang di Gaza dalam kesempatan tersebut.
Isaac Slade membuka konser Ed Sheeran di Atlanta dengan membawakan sejumlah lagu hits The Fray. Musisi berusia 45 tahun itu melantunkan "How to Save a Life" dan "You Found Me" di hadapan penonton Mercedes-Benz Stadium. Penampilan tersebut menandai kehadiran tamu spesial pertama Sheeran setelah tiga konser terakhirnya berjalan tanpa musisi pembuka.
Slade bukan nama baru di panggung Sheeran. Ia pernah tampil bersama penyanyi asal Inggris itu di Toronto pada Agustus, sebelum polemik Macklemore mencuat ke permukaan. Kini ia kembali dipercaya mengisi slot tamu di tengah situasi tur yang belum sepenuhnya stabil.
Dalam kesempatan yang sama, Slade menyampaikan pandangannya mengenai konflik di Gaza. Ia menilai apa yang terjadi di sana adalah sebuah kesalahan.
"Apa yang terjadi di sana [Gaza] adalah salah. Namun, jika kita ingin melewatinya, kita perlu melangkah ke ruang tengah itu, ke titik temu," ujar Slade, seperti dilansir The Independent.
Menurut Slade, perdamaian bukan berarti tidak adanya konflik. Ia menekankan bahwa perdamaian menuntut kemampuan memahami berbagai sisi, sekaligus menampung keindahan, tragedi, kesedihan, dan kehidupan. Slade berharap masyarakat bisa menemukan jalan keluar bersama.
Keluarnya Macklemore dari rangkaian tur menjadi pemicu gelombang solidaritas di kalangan musisi. Sejumlah artis, termasuk Finneas dan Lukas Graham, memilih menarik diri dari tur sebagai bentuk dukungan kepada rapper tersebut.
Macklemore sendiri didepak bulan lalu setelah menyampaikan dukungan kepada Palestina pada konser di New Jersey. Sheeran menyebut keputusan itu merupakan wewenang promotor. Ia juga mengaku telah menerima telepon dari pemilik Gillette Stadium, Robert Kraft, yang menyatakan Macklemore tidak dapat tampil karena pernyataan pro-Palestina-nya.
Citra Sheeran yang selama ini dianggap tidak berpihak secara politik ikut menjadi sorotan. Di media sosial, ia menyatakan "tidak terlibat" dan tidak ingin terseret dalam perdebatan publik mengenai perang Gaza.
Pada konser pertamanya tanpa Macklemore, 19 September, sejumlah demonstran berkumpul di luar lokasi. Dari atas panggung, Sheeran mengaku "sangat menyesal" telah mengecewakan penggemar.
Kontroversi ini memicu semacam gerakan di industri musik Amerika Serikat. Pada Jumat (2/10) malam, musisi country Zach Bryan mengenakan kaus bertuliskan "Free Palestine" selama konsernya di Stadion Kraft, Massachusetts.
Gitarisnya, Noah Le Gros, tampil mengenakan jersey sepak bola Palestina di atas panggung bersama Bryan. Ia kemudian membagikan foto dirinya mengenakan kaus tersebut di depan papan nama Kraft Sports and Entertainment.
Macklemore menanggapi situasi itu dengan mengumumkan tur bertajuk "Free Palestine" bersama bintang tamu spesial yang tidak disebutkan namanya. Pendapatan dari pertunjukan di Paris, London, dan Dublin akan disumbangkan kepada organisasi yang mendukung Palestina.
Dinamika tur Sheeran masih akan berlanjut, dan kehadiran Slade di Atlanta menjadi sinyal bahwa panggungnya perlahan kembali terisi setelah sempat kosong dari tamu spesial.