BENGKULU — Arema FC menelan kekalahan perdana di BRI Super League 2026/2027 setelah takluk 1-3 dari tim promosi Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (17/10/2026). Rekor tak terkalahkan Singo Edan pecah akibat koordinasi lini belakang yang rapuh dan mudah dieksploitasi serangan balik tuan rumah.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi anak asuh Marcos Vinicius dos Santos Goncalves. Arema sebenarnya memulai laga dengan sempurna, tetapi keunggulan cepat justru membuat barisan pertahanan lengah dan berulang kali dihukum Garudayaksa.
Laga baru berjalan lima menit, Matheus da Conceicao Nascimento alias Matheus Blade sudah membuka keunggulan Arema. Memanfaatkan umpan sepak pojok terukur dari Marcos Vinicius, tandukan Matheus Blade memenangkan duel udara melawan kiper Dominik Holec dan meluncur ke pojok atas kiri gawang.
Namun keasyikan menyerang membuat benteng Singo Edan terbuka. Gabriel Silva melakukan sapuan bola yang tidak sempurna di area pertahanan sendiri, dan Jayro Jean langsung menyambar bola untuk memimpin serangan balik cepat menyusuri sisi kanan.
Jayro melepaskan tembakan keras yang sempat diblok Adi Satryo, tetapi bola liar memantul ke arah Brian Alejandro Rubio Rodriguez yang berdiri bebas tanpa kawalan. Striker asal Meksiko itu melepaskan tendangan melengkung ke pojok kiri gawang pada menit ke-34, menyamakan skor 1-1.
Hanya dua menit berselang, gawang Arema kembali jebol lewat skema serupa. Duet bek Walisson Maia dan Diego Landis memberi ruang terlalu longgar kepada Jayro Jean, yang dengan leluasa melepaskan sepakan keras ke pojok kanan atas gawang Adi Satryo. Skor berbalik 2-1 untuk tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Arema menaikkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Singo Edan justru kembali jebol pada menit ke-70 melalui pemain pengganti Carlos Iury Bezerra da Silva.
Gol berawal dari aksi Christian Frydek yang merangsek masuk kotak 16 meter tanpa gangguan berarti. Gelandang bernomor punggung 11 itu menyodorkan umpan manja kepada Iury da Silva, yang dengan sekali sentuhan membalikkan badan dan melepaskan tendangan keras ke tengah gawang. Para pemain belakang Arema hanya terpaku melihat bola tanpa tempelan ketat.
Kekalahan di hadapan 1.882 penonton ini melempar Singo Edan ke posisi ke-10 klasemen sementara dengan raihan enam poin dari lima laga. Arema mencatat sekali menang, tiga kali seri, dan sekali kalah sepanjang musim ini.
Bagi Garudayaksa FC, hasil ini menjadi kemenangan bersejarah perdana mereka di kasta tertinggi sepak bola nasional. Anak asuh Miloš Joksi? kini naik ke peringkat ke-13 dengan koleksi lima poin.
Rapuhnya koordinasi lini pertahanan menjadi pekerjaan rumah utama bagi Marcos Vinicius. Tiga gol yang bersarang ke gawang Adi Satryo bukan murni kesalahan kiper bernomor punggung 30 tersebut, melainkan akibat lini belakang yang keropos dan mudah ditembus.