BOJONEGORO — Kesibukan bekerja Senin hingga Jumat membuat sebagian warga menunda urusan administrasi pertanahan. Kantor Pertanahan Kabupaten Bojonegoro menjawabnya lewat PELATARAN, layanan akhir pekan yang beroperasi Sabtu dan Minggu pagi.
Nyarmi, warga Desa Dander, Kecamatan Dander, datang ke Kantah Bojonegoro pada Sabtu pagi. Kedatangannya bukan untuk urusan mendesak, melainkan mengantar ibunya mengambil sertipikat tanah.
"Melalui layanan PELATARAN ini, masyarakat dimudahkan untuk berbagai keperluan di Kantah. Kebetulan saya bekerja dari hari Senin sampai Jumat. Hari ini jadi bisa mengantar ibu saya mengambil sertipikat," ujar Nyarmi.
Bagi Nyarmi, jadwal akhir pekan memberi ruang mengatur urusan tanpa harus mengambil cuti. Ia menyebut layanan itu praktis karena tidak bentrok dengan aktivitas rutinnya.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Kantah yang sudah menyediakan layanan PELATARAN yang bisa dilakukan di akhir pekan," tambahnya.
Manfaat serupa dirasakan Muhsin, warga Desa Wedi, Kabupaten Bojonegoro. Ia memanfaatkan layanan Sabtu untuk mengurus penataan batas tanah miliknya.
"Ini sangat membantu saya karena pada jam kerja hari Senin sampai Jumat ada kesibukan. Jadi, di hari Sabtu ini sangat membantu. Waktu pengurusannya juga sangat singkat, tidak terlalu lama," kata Muhsin.
Pengalaman Nyarmi dan Muhsin memperlihatkan satu hal: akses layanan publik yang kaku pada jam kerja formal menyisakan celah bagi pekerja. PELATARAN mengisi celah itu dengan membuka kantor saat sebagian besar warga sedang libur.
Layanan dibuka pukul 08.00 hingga 12.00 waktu setempat. Warga bisa datang tanpa harus meninggalkan pekerjaan pada hari kerja.
Meski jadwalnya fleksibel, jenis layanan yang tersedia dan persyaratan pengurusan bisa berbeda di tiap Kantah. Warga disarankan memastikan lebih dulu layanan apa yang dilayani, dokumen yang dibutuhkan, serta jadwal operasional sebelum datang.
PELATARAN diposisikan sebagai alternatif meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan pertanahan. Dengan waktu layanan yang lebih longgar, urusan administrasi tanah diharapkan tidak lagi menumpuk di hari kerja.