BENGKULU — Surface Laptop Ultra jadi laptop pertama yang menguji platform mobile Nvidia RTX Spark, dengan baterai 92 Wh yang diklaim tahan 10-12 jam pemakaian ringan. Ulasan perdana di Windows Central Podcast juga menyoroti layar Mini-LED 2.000 nit dan konektor USB-C magnetik yang bisa lepas otomatis. Laptop ini menyasar pengguna yang butuh workstation AI lokal sekaligus mesin gaming.
Zac Bowden menjalani pengujian penuh atas Surface Laptop Ultra selama sepekan, termasuk benchmark CPU dan gaming, sebelum membahasnya di Episode 407 Windows Central Podcast bersama Daniel Rubino. Hasilnya dirangkum sebagai laptop dengan karakter desain yang mendekati MacBook Pro, tanpa notch, dan lid yang menyatu mulus dengan bodi.
Bobot Surface Laptop Ultra tercatat 4,5 pon atau sekitar 2 kilogram. Angka itu menempatkannya di kelas laptop 16 inci yang relatif ringan, meski bukan yang paling ringan di antara jajaran RTX Spark.
Panel Mini-LED 2.000 nit menjadi pembeda utama Surface Laptop Ultra dibanding kompetitor yang memakai Tandem OLED. Zac mencatat panel ini punya karakter glossy dengan pantulan yang terasa, tetapi keunggulannya muncul saat menonton konten HDR di ruangan terang.
Daya tahan baterai jadi sorotan lain. Dalam pemakaian ringan, Surface Laptop Ultra bertahan 10-12 jam, dan performa standby-nya disebut mendekati efisiensi chip Apple Silicon. Untuk laptop berbasis platform baru, hasil itu tergolong menjanjikan.
Konektor USB-C magnetik memungkinkan kabel lepas sendiri saat tersangkut, mengurangi risiko laptop terbanting ke lantai. Zac menguji sudut lepasnya, kemampuan transfer data, serta kompatibilitas dengan adaptor charger pihak ketiga.
Audio dan haptic touchpad mendapat pujian paling konsisten. Getaran haptic dinilai yang terbaik di kelasnya, sementara speaker-nya disebut melampaui standar laptop tipis. Satu catatan: fitur Windows Recall dan pencarian semantik belum tersedia di perangkat RTX Spark.
CPU 20 core RTX Spark menunjukkan skor multi-thread yang solid, meski skor single-core tidak terlalu menonjol. Untuk gaming, DLSS dan frame generation membuat Cyberpunk 2077 mendekati performa laptop dengan GPU RTX 4070 atau 5060 versi laptop.
Keunggulan arsitektural RTX Spark terletak pada alokasi unified memory yang bisa dikonfigurasi untuk GPU. Pengguna dapat mengalokasikan RAM sistem ke CUDA core, sehingga laptop ini mampu menjalankan model LLM lokal berukuran besar yang tidak bisa ditangani laptop gaming konvensional.
Daniel dan Zac juga menguji alur kerja agentic AI dengan Hermes Agent, termasuk otomasi desktop di Photoshop dan pembersihan folder otomatis. Mereka mengingatkan risiko keamanan data lokal saat agen AI diberi akses luas ke sistem berkas.
Dua flagship RTX Spark lain ikut dibahas. ASUS ProArt P16 berbobot 3,9 pon dengan sistem pendingin dua kipas, opsi layar sentuh 4K anti-reflektif, dan pilihan port yang lengkap. HP OmniBook Ultra 16 menonjol lewat bodi kokoh, desain exhaust di bagian belakang, keyboard Zero-Lattice Gen 2, serta charger GaN 140 W yang ringkas.
Uji kecepatan SSD memperlihatkan selisih besar antar perangkat. Surface Laptop Ultra memimpin dengan 14.000 MB/s, HP OmniBook Ultra 16 berada di 10.000 MB/s, sedangkan ASUS ProArt P16 menunjukkan kecepatan baca yang bervariasi.
Segmen handheld juga masuk pembahasan lewat ASUS ROG Xbox Ally X20. Perangkat ini memakai bodi transparan, layar OLED 7,4 inci 120 Hz anti-reflektif, dan chip Z2 Extreme. Paket penjualannya digabung dengan kacamata AR XREAL yang sudah diuji langsung oleh kedua host.
Surface Laptop Ultra paling masuk akal bagi profesional yang menjalankan model AI lokal, editor yang butuh layar terang, dan gamer yang ingin performa mendekati laptop RTX 4070 tanpa membeli dua perangkat terpisah.