KOTA BENGKULU — Jajaran Polda Bengkulu menilai dialog langsung di ruang publik membuat warga lebih terbuka menyampaikan persoalan. Lewat pertemuan di kedai kopi, kepolisian bisa mendengar masukan, keluhan, hingga harapan warga terhadap pelayanan Polri tanpa sekat formal.
Prianto menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kapolri untuk mendekatkan kepolisian kepada masyarakat. Pendekatan itu ditempuh dengan mendatangi tempat-tempat yang biasa digunakan warga berkumpul.
Menurut Prianto, komunikasi langsung diperlukan untuk mengetahui persoalan yang dihadapi warga. Hasil pertemuan akan menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian dalam memperbaiki kualitas pelayanan.
"Kegiatan ini merupakan salah satu program Bapak Kapolri, yaitu berkumpul dan mendatangi masyarakat, baik di pasar maupun di warung kopi. Melalui kegiatan ini, kami ingin menerima masukan dari masyarakat mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki ke depannya," ujar Prianto.
Ia menjelaskan, pertemuan tidak hanya menyerap aspirasi. Ada pula upaya membangun kedekatan emosional antara anggota kepolisian dan warga, agar masyarakat lebih nyaman menyampaikan persoalan maupun memberi saran.
Dalam pertemuan itu sejumlah warga menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait hubungan dengan polisi. Prianto menilai dialog langsung menjadi kesempatan bagi kepolisian menjelaskan berbagai hal sekaligus meluruskan anggapan yang menimbulkan jarak antara polisi dan masyarakat.
Prianto mengakui sebagian warga masih merasa takut atau segan ketika berhadapan dengan anggota kepolisian. Pendekatan humanis lewat pertemuan informal dinilai penting untuk membangun pemahaman bahwa polisi hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.
"Dengan bertemu langsung seperti ini, masyarakat bisa lebih terbuka dan merasa dekat dengan kami. Kami juga dapat mengetahui secara langsung apa yang dirasakan dan dibutuhkan masyarakat," katanya.
Polda Bengkulu berharap komunikasi dua arah antara kepolisian dan warga semakin kuat. Masukan yang disampaikan masyarakat diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam pembenahan pelayanan serta pelaksanaan tugas kepolisian.
Kegiatan kumpul bersama di kedai kopi menjadi salah satu bentuk pendekatan Polri yang mengedepankan dialog dan keterbukaan. Dengan hubungan yang lebih dekat, Polda Bengkulu berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mewujudkan pelayanan kepolisian yang responsif terhadap kebutuhan warga.