BENGKULU — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Bengkulu Nopian Gustari menyebut aksi menulis surat itu sebagai inisiatif mandiri para santri, bukan instruksi pihak lain. Setiap pesantren mengirimkan surat dari asramanya masing-masing, ditujukan langsung ke Presiden dan Menteri Agama.
"Kemenag Kota Bengkulu menggelar gebyar pesantren award yang digagas oleh para santri se kota Bengkulu salah satunya yaitu menulis surat untuk Presiden RI Prabowo Subianto. Setiap pesantren mereka dari asramanya masing-masing menuliskan surat untuk Presiden dan Menteri Agama," kata Nopian di Bengkulu, Kamis.
Menurut Nopian, gelombang surat itu muncul setelah Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik Basnang Said sebagai Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI pada September 2026. Pelantikan tersebut menandai beroperasinya unit kerja eselon I baru yang dibentuk lewat Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026.
Para santri memandang keberadaan Dirjen Pesantren sebagai bukti perhatian khusus pemerintah pusat terhadap dunia pesantren di seluruh Indonesia. Nopian menegaskan pembentukan unit kerja itu bukan sekadar penambahan struktur di kementerian.
Pembentukan Dirjen Pesantren disebut sebagai upaya mencegah kekerasan di lingkungan pondok pesantren. Selain itu, unit kerja baru ini diarahkan untuk mengembangkan mutu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren.
Bagi pesantren di Bengkulu, keberadaan dirjen khusus dinilai mempermudah jalur komunikasi dan pengusulan program. Sebelumnya, urusan pesantren berada di bawah direktorat yang cakupannya lebih luas.
Isi surat tidak berhenti pada ucapan terima kasih. Para santri juga menyatakan komitmen untuk terus belajar di dunia pesantren dan mendoakan para pemimpin negara.
"Ini merupakan inisiatif dari para santri santriwati yang ditulis dan saat sepertiga malam mendoakan yang telah memperhatikan pesantren," kata Nopian.
Gebyar Pesantren Award sendiri menjadi wadah bagi santri se-Kota Bengkulu untuk menampilkan karya dan gagasan. Penulisan surat kepada Presiden dan Menteri Agama menjadi salah satu rangkaian acara yang paling menonjol.
Kanwil Kemenag Kota Bengkulu belum merinci jumlah pesantren dan surat yang dikirim. Namun Nopian memastikan seluruh pesantren yang terlibat menulis dari asrama masing-masing, bukan dari satu titik kegiatan.