BENGKULU — Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi, membuka kegiatan tersebut sekaligus bertindak sebagai penceramah. Nandar menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah langkah strategis memperkuat perekonomian masyarakat dari tingkat desa hingga kelurahan.
Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan keberadaan kelembagaan dan kegiatan usaha. Kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya sama menentukan, terutama sosok bendahara.
Bendahara memegang peranan penting memastikan administrasi dan pengelolaan keuangan koperasi berjalan tertib, cermat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, pelatihan dan sertifikasi kompetensi diminta tidak dipandang sekadar pemenuhan syarat administratif.
"Saya berharap kegiatan ini tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan persyaratan administratif, tetapi menjadi sarana untuk membangun sumber daya manusia koperasi yang benar-benar kompeten, berintegritas, disiplin, dan mampu menjalankan tugas secara profesional," ujar Nandar.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu, Eddyson, meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius agar memahami materi dan memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan. Ia menargetkan seluruh peserta lulus.
"Saya minta seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius agar mendapatkan hasil yang maksimal. Saya berharap seluruh peserta dapat lulus 100 persen," kata Eddyson.
Pelatihan dan sertifikasi kompetensi Bendahara KDKMP Angkatan III diikuti 156 peserta dari kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu. Kegiatan berlangsung selama empat hari dan menjadi bagian dari rangkaian program pelatihan yang direncanakan dalam delapan angkatan.
Pemprov Bengkulu berharap para bendahara KDKMP memiliki kompetensi memadai menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan pengelolaan keuangan yang tertib, profesional, transparan, dan akuntabel, koperasi diharapkan tumbuh lebih sehat, memperoleh kepercayaan anggota, serta memberi manfaat nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat.