BENGKULU — Wakil Gubernur Bengkulu Mian menegaskan pengembangan kawasan masjid akan dijadikan lebih besar, dengan pagar sebagai pekerjaan pembuka. Peninjauan bersama Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso dilakukan untuk memetakan kondisi kawasan secara langsung dan kebutuhan fasilitas yang mesti dibenahi.
Sejumlah aspek masuk daftar perhatian pemerintah: pembangunan pagar, penataan area parkir, serta penyediaan ruang terbuka hijau. Ketiganya dinilai menentukan kenyamanan jamaah yang datang beribadah maupun mengikuti kegiatan keagamaan berskala besar.
Mengapa Pagar Jadi Pekerjaan Pertama
Pagar dipilih sebagai prioritas karena berfungsi memperjelas batas area kompleks masjid. Penataan lingkungan di sekitar bangunan utama diharapkan membuat kawasan lebih teratur tanpa mengubah fungsi masjid sebagai tempat ibadah.
"Kita akan jadikan Islamic Center ini lebih besar. Bersama Kadis PUPR Provinsi Bengkulu, pada pertengahan 2027 kita mulai dulu pembangunan pagarnya," kata Mian.
Pelaksanaan tahapan berikutnya tidak berjalan otomatis. Setiap pekerjaan menyesuaikan proses perencanaan dan ketersediaan anggaran pemerintah daerah, sehingga jadwal bisa bergeser mengikuti kondisi lapangan.
Parkir dan Ruang Terbuka Hijau Masuk Rencana
Ketersediaan lahan parkir yang tertata dinilai penting untuk memudahkan warga saat beribadah atau menghadiri acara keagamaan. Pemerintah juga menyoroti kebutuhan ruang terbuka hijau agar lingkungan masjid lebih asri dan kondusif.
Dua fasilitas penunjang itu belum masuk tahap pekerjaan awal. Keduanya akan menyusul setelah pagar dikerjakan, dengan urutan menyesuaikan prioritas kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
Lokasi di KTM Lagita dan Modal APBN 2024
Masjid Agung Islamic Center Ketahun sebelumnya dibangun dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan diresmikan pada 2024. Setelah bangunan utama selesai, penambahan fasilitas penunjang menjadi kebutuhan agar kawasan bisa dimanfaatkan lebih optimal.
Posisi masjid di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lagita memperkuat nilai strategisnya. Lokasi itu berdekatan dengan kawasan pendidikan, termasuk Sekolah Rakyat, sehingga membuka peluang masjid berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan di Bengkulu Utara, khususnya Kecamatan Ketahun dan sekitarnya.
Dengan fasilitas yang memadai, masjid diharapkan menunjang ibadah rutin, kegiatan keagamaan, hingga aktivitas sosial warga. Pemerintah menargetkan penataan berjalan terencana agar manfaatnya terasa dalam jangka panjang dan penggunaan anggaran lebih terarah.