SELUMA — Insiden dugaan pengeroyokan yang menimpa JF alias Supri (31) meninggalkan luka psikologis bagi keluarganya. Istri dan anak korban memilih tidur di rumah kerabat karena takut peristiwa serupa terulang.
JF mengungkapkan kondisi keluarganya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Selasa (27/10/26). Ia menyebut anak dan istrinya masih diliputi ketakutan luar biasa.
"Kondisi anak dan istri masih trauma bang. Semalam anak dan istri saya tidak berani pulang kerumah, saya ajak pulang dia bilang takut mereka ngulang lagi. Tadi malam diajak pulang tidak berani malah mereka tidur di tempat kakak," kata JF.
Anak Korban Menyaksikan Langsung dan Nyaris Terinjak Pelaku
Trauma keluarga JF bertambah karena sang anak yang masih kecil melihat langsung penganiayaan dari jarak dekat. Anak korban menangis histeris di tengah kegaduhan dan dilaporkan nyaris terinjak gerombolan pelaku yang merangsek masuk ke ruang makan.
"Unsur trauma itu pasti ada bang. Kalau anak, namanya anak mungkin belum tahu apa-apa, cuma waktu kejadian itu nangis dia bahkan hampir terinjak oleh mereka," ujar JF.
Rumah kediaman yang semestinya menjadi tempat bernaung kini justru menyisakan kecemasan. Rasa takut berkepanjangan menjadi beban moril bagi korban di tengah upayanya mencari keadilan melalui jalur hukum.
Laporan Resmi Masuk Mapolres Seluma, Penyidikan Masih Berjalan
Perkara kekerasan fisik akibat pengeroyokan di Sidomulyo telah resmi dilaporkan JF ke Mapolres Seluma sesaat setelah insiden terjadi. JF berharap aparat penegak hukum segera meringkus para pelaku agar kepastian hukum terwujud dan rasa aman keluarganya pulih.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih mendalami laporan serta melakukan penyelidikan di lapangan. Konfirmasi resmi dari Polres Seluma masih terus diupayakan.