Pencarian

Ye Live in Jakarta: 50 Ribu Umat Padati GBK, Satu-satunya Konser di Asia Tenggara

Minggu, 25 Oktober 2026 • 16:36:01 WIB
Ye Live in Jakarta: 50 Ribu Umat Padati GBK, Satu-satunya Konser di Asia Tenggara
Sekitar 50 ribu penonton memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam konser Ye Live in Jakarta, Sabtu (24/10).

BENGKULU — Konser Ye Live in Jakarta resmi digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu malam (24/10), dengan sekitar 50 ribu penonton memadati venue. Hajatan ini menjadi satu-satunya konser Ye di kawasan Asia Tenggara dan Australia, sehingga penonton dari Jepang, Thailand, Singapura, dan Australia turut hadir. Panggung Globe Stage 360 derajat menjadi pusat pengalaman imersif sepanjang pertunjukan.

Sejak sore, kawasan ring road GBK sudah dipenuhi penonton yang kompak mengenakan outfit serba hitam. T-shirt berlogo bintang merah sebagai official merch terlihat di mana-mana, sementara antrean pembelian merchandise resmi mengular hingga memakan waktu 2-3 jam.

Harga t-shirt resmi konser dibanderol Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Antusiasme itu bukan tanpa alasan: Jakarta menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Australia yang mendapat jatah konser Ye.

Australia Dilarang, Penonton Merogoh Kocek Lebih Dalam

Ye tidak bisa menggelar konser di Australia karena larangan pemerintah setempat. Kondisi itu membuat sebagian penonton dari Australia rela merogoh kocek lebih dalam untuk menyaksikan langsung penampilan Ye di Jakarta.

Penonton dari Jepang, Thailand, dan Singapura juga tercatat hadir. Sejak pukul 18.30 WIB, area ring road GBK dipenuhi penonton yang mengantre merchandise, makan malam, atau berfoto di sejumlah booth yang tersedia.

Igor Saykoji Pemanasan dengan Lagu-lagu Ye

Keriuhan khas konser sudah terasa sebelum venue dibuka. Sekitar 2-3 kali, barisan penonton berkeliling ring road GBK sambil menyanyikan lagu-lagu Ye. Barisan itu diprakarsai Igor Saykoji yang datang mengenakan topi bertuliskan "Jesus Is King", salah satu album Ye.

"Tadi kita pemanasan aja buat orang-orang yang lagi nunggu. Gua siapin setlist lagu-lagu Kanye. Pecah fans-fans dari seluruh dunia sampai ambil mic gue sing along. Kebetulan gua ga perlu meja, seluruhnya (peralatan) ada di badan gue. Kaya sound horeg," ujar Igor saat ditemui di lokasi.

Globe Stage 360 Derajat Diterbangkan dari Luar Negeri

Panggung utama berbentuk bola dunia raksasa, dikenal sebagai Dome Stage atau Globe Stage, dirancang dengan konsep 360 derajat. Tujuannya agar penonton dari seluruh sisi stadion tetap bisa menikmati pertunjukan.

Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective Karen Tjahja menyebut kubah tersebut diterbangkan langsung dari luar negeri. Visual panggung ini sudah viral di media sosial jauh sebelum hari-H.

Sekitar pukul 19.30 WIB, penonton mulai memasuki area dome. Permainan cahaya dan asap membuat instalasi kubah itu seolah berubah menjadi lanskap tersendiri yang menyatukan musik, cahaya, dan ruang.

Menengadah ke Bola Dunia saat Ye Membuka Konser

Pukul 20.40 WIB, venue hampir penuh. Penonton di kelas Festival berdiri rapat, sementara kategori 1 sampai 3 terisi. Sorakan dan tepuk tangan berkali-kali pecah meski konser belum dimulai.

Sorakan menggema lebih keras saat lampu GBK dimatikan. Pekik nama Ye berulang dilontarkan, seakan memanggil sang artis untuk segera tampil. Momen itu memuncak ketika Ye dalam topengnya berjalan pelan memasuki Globe Dome.

Tanpa menyapa penonton, Ye langsung membuka konser dengan medley lagu "Dark Fantasy" dan "King". Dari area Festival, euforia terasa pecah begitu pertunjukan dimulai. Kostum yang dikenakan Ye memantulkan cahaya lampu hingga tubuhnya tampak berpendar di atas globe.

Laser, Semburan Api, dan Kembang Api di Klimaks Lagu

Sepanjang konser, penonton disuguhi permainan lighting dan augmented reality yang berpusat pada Ye di atas globe. Pada lagu "All of the Lights", laser memenuhi Gelora Bung Karno dan memperkuat skala visual panggung.

Semburan api dan kembang api diluncurkan di bagian klimaks lagu-lagu Ye. Paduan suara massal dan moshing penonton melengkapi pengalaman imersif yang menjadi ciri konser ini.

Ye Live in Jakarta menempatkan Indonesia sebagai satu-satunya persinggahan Ye di Asia Tenggara dan Australia. Posisi itu menjelaskan mengapa 50 ribu penonton dari berbagai negara rela datang ke Senayan malam itu.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kapanlagi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks