BENGKULU — Serial kriminal Tall Tales & Murder resmi memperluas distribusi internasionalnya ke Spanyol dan Portugal lewat platform Filmin, disusul kesepakatan dengan Picbox untuk kawasan Eropa Tengah dan Timur. Kesepakatan anyar ini menambah daftar pembeli global setelah SBS Australia dan ZDF Jerman, sementara penayangan perdana di RTÉ Irlandia bulan lalu menuai pujian kritikus dan BBC Inggris menyusul. Tim produksi pun mulai mengalihkan fokus ke penggarapan musim kedua.
Filmin memegang hak tayang serial berdurasi terbatas itu untuk pasar Spanyol dan Portugal, sedangkan Picbox mengambil lisensi wilayah Eropa Tengah dan Timur. Avalon bertindak sebagai distributor sekaligus rumah produksi bersama Metropolitan Pictures, dengan Stuart Carolan (Love/Hate) sebagai penulis naskah.
Tall Tales & Murder diadaptasi dari trilogi novel Dublin Trilogy karya Caimh McDonnell dan langsung mendapat pesanan dua musim sejak awal. Jaringan RTÉ di Irlandia menjadi yang pertama menayangkannya, dan BBC dijadwalkan menyusul di Inggris.
Dari Dublin Trilogy ke Layar Kecil
Chris Addison, yang dikenal lewat Veep, menggarap serial ini bersama tim kreatif dan hadir di ajang MIPCOM Cannes pekan lalu untuk bertemu para eksekutif internasional. Ia menjelaskan bahwa adaptasi selalu membawa perubahan dari sumber aslinya, dan musim pertama sudah melangkah jauh dari buku.
"Any adaptation is going to be different from the source material, it's just the degree to which it's different. We left the source material so far behind in the first season that coming into Season 2, you're off the rock. It's a whole other world at that point," ujar Addison kepada Deadline.
Ia menambahkan bahwa musim pertama dimulai dengan nada yang agak ganjil sebelum perlahan menjadi kacau. Titik lanjut musim kedua, kata Addison, berada di kondisi yang sudah sepenuhnya chaos tersebut.
Ella Lily Hyland Jadi Poros Cerita
Serial ini dibintangi Ella Lily Hyland (Black Doves), Aidan Gillen (Game of Thrones), dan Philippa Dunne (Amandaland). Addison menyebut karakter Bridget yang diperankan Hyland sebagai pusat konstruksi cerita.
"She's the most naturally talented actor I've ever worked with," kata Addison.
Hyland sendiri turut hadir di Cannes dan menyebut Tall Tales & Murder sebagai pengalaman pertamanya syuting di kampung halaman bersama kru lokal Irlandia. Menurutnya, suasana di lokasi penuh kecintaan yang jarang ditemui, terutama karena waktu produksi terbatas untuk mewujudkan ambisi besar tim.
"There was a love on set that is rare. Everyone worked really hard. It's fair to say we had limited time to do all of the ambitious things that we wanted to do, so there was a sense of everyone being in it together. It meant a lot to everyone," ucap Hyland.
Pasar Global Makin Terbuka
Langkah Avalon memperluas jangkauan serial ini mencerminkan tren serial kriminal berdurasi pendek yang laku di pasar Eropa. Setelah Irlandia, Inggris, Australia, Jerman, Spanyol, Portugal, dan kawasan Eropa Tengah dan Timur, kemungkinan masuknya Tall Tales & Murder ke platform Asia, termasuk Indonesia, masih terbuka lebar mengingat minat pasar lokal terhadap drama kriminal Inggris cukup stabil.
Bagi penggemar cerita detektif dengan bumbu komedi gelap, Tall Tales & Murder layak masuk daftar pantau. Pantau terus informasi jadwal tayang resminya di platform streaming yang tersedia di Indonesia.