BENGKULU — Insaudi hadir mewakili Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si. Dalam kesempatan itu, Insaudi menekankan pesantren memegang peran penting dalam pendidikan agama, pembentukan karakter, serta penanaman nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Mengapa Hari Santri Perlu Dimaknai Lebih dari Perayaan Tahunan
Menurut Insaudi, momentum Hari Santri sebaiknya dimanfaatkan untuk mengenang perjuangan para pendahulu. Nilai pengabdian mereka kepada agama, masyarakat, dan negara juga perlu diteruskan oleh santri masa kini.
"Peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial atau perayaan tahunan. Lebih dari itu, momentum ini merupakan kesempatan untuk merefleksikan kembali perjalanan panjang perjuangan para ulama, kiai, dan santri dalam memberikan kontribusi nyata bagi agama, masyarakat, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Insaudi.
Nilai Keikhlasan hingga Cinta Tanah Air yang Diwariskan Ulama
Para ulama dan kiai, lanjut Insaudi, telah mewariskan sejumlah nilai penting. Di antaranya keikhlasan, kedisiplinan, persatuan, kesederhanaan, serta kecintaan terhadap tanah air.
Nilai-nilai tersebut dinilainya perlu dipertahankan dan diterapkan santri dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya saat peringatan berlangsung, tetapi juga dalam rutinitas di pesantren dan masyarakat.
Tantangan Santri di Tengah Derasnya Arus Informasi
Insaudi mengingatkan tantangan santri saat ini semakin beragam. Perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, dan perubahan sosial menjadi faktor yang harus diantisipasi.
Karena itu, santri perlu meningkatkan pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan. Semua itu tetap harus berjalan tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang menjadi pegangan.
"Dalam konteks tersebut, Hari Santri menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendahulu tidak boleh dilupakan. Jasa mereka harus terus dikenang dan dihargai, sekaligus dijadikan sumber inspirasi bagi para santri untuk melanjutkan perjuangan melalui jalur pendidikan, dakwah, pengabdian kepada masyarakat, dan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa," jelasnya.
Pendidikan Pesantren Bukan Hanya Soal Ilmu Agama
Pendidikan di pesantren, kata Insaudi, tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu agama. Pembentukan sikap dan perilaku santri juga menjadi bagian dari proses pendidikan itu.
Penghormatan kepada guru dan orang tua menjadi salah satu nilai yang ditekankan. Begitu pula sikap menghargai perbedaan serta kebiasaan bermusyawarah dalam menyelesaikan persoalan bersama.
Melalui peringatan Hari Santri, Kemenag Bengkulu berharap pesantren terus melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak. Santri diharapkan mampu berkontribusi bagi masyarakat, menghadapi perkembangan zaman, dengan tetap menjaga identitas keislaman dan semangat kebangsaan.