SELUMA — Apel gelar pasukan Operasi Patuh Nala 2026 di Mapolres Seluma dihadiri Wakil Bupati Seluma Drs. Gustianto bersama unsur Forkopimda Kabupaten Seluma. Kegiatan itu menandai dimulainya penggelaran personel untuk pengawasan lalu lintas di sejumlah titik rawan selama dua pekan ke depan.
Data kepolisian menempatkan Seluma sebagai salah satu wilayah dengan fatalitas kecelakaan yang perlu perhatian serius. Seluruh 37 korban meninggal tercatat dari kecelakaan yang melibatkan sepeda motor.
Empat Sasaran yang Ditekankan Kapolres Seluma
Dalam amanatnya, Kapolres Seluma menyebut sejumlah poin krusial yang menjadi target operasi kali ini. Pertama, meningkatkan disiplin dan membangun budaya tertib serta kesadaran berlalu lintas bagi para pengendara.
Kedua, menekan fatalitas dengan menurunkan jumlah korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas secara signifikan. Ketiga, mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) menjelang perayaan hari besar.
Keempat, meningkatkan standar pelayanan kepolisian kepada publik di jalan raya.
"Operasi ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia, tidak lain untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya," tegas AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan.
Imbauan ke Warga: Lengkapi Surat, Bukan karena Razia
Kepolisian mengimbau seluruh masyarakat Seluma agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan melengkapi surat-surat kendaraan. Penertiban dokumen kendaraan disebut bukan semata soal razia, melainkan bagian dari upaya melindungi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.
Selama 14 hari operasi, personel akan ditempatkan di ruas jalan yang dinilai rawan pelanggaran dan kecelakaan. Pengendara yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi warga Seluma yang hendak bepergian selama masa operasi, kepolisian meminta memastikan kelengkapan surat kendaraan dan memakai perlengkapan keselamatan sebelum berangkat.