Ditpolairud Polda Papua Barat Daya Hadirkan Perpustakaan Apung di Pulau Dom dan Pulau Ram, Ajak Anak Pesisir Gemar Membaca

Penulis: Saiful  •  Selasa, 03 November 2026 | 19:46:31 WIB
Personel Ditpolairud Polda Papua Barat Daya mendampingi anak-anak membaca buku dalam kegiatan perpustakaan apung di kawasan Pulau Dom dan Pulau Ram, Sorong.

SORONG — Direktur Polairud Polda Papua Barat Daya Kombes Pol Budy Utomo menyebut perpustakaan apung sebagai upaya memperluas kesempatan belajar anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir. Kegiatan menyasar anak-anak di kawasan Dermaga Pulau Dom dan Pulau Ram, Selasa (3/11/2026).

Program Polisi Peduli Pendidikan itu digelar bersama Satpolairud Polres Sorong Kota. Fokusnya pemerataan akses pendidikan di wilayah kepulauan yang fasilitas belajarnya terbatas.

Buku, Pendampingan Belajar, hingga Edukasi Narkoba

Perpustakaan apung tidak berhenti pada penyediaan bahan bacaan. Personel Polairud berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui pengenalan pengetahuan umum dan pendampingan belajar.

Dalam kegiatan yang sama, polisi memberi edukasi soal bahaya penyalahgunaan narkoba dan perundungan atau bullying. Edukasi itu dimaksudkan membangun kesadaran anak sejak dini agar mampu mengenali dan menghindari pengaruh negatif.

"Kami ingin memastikan anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir juga memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan pengetahuan. Kehadiran polisi bukan hanya untuk menjaga keamanan perairan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ujar Budy.

Orang Tua Diminta Awasi Media Sosial Anak

Sasaran program tidak hanya anak-anak. Ditpolairud juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas buah hati, terutama saat menggunakan media sosial dan mengakses konten digital.

Budy menilai perkembangan teknologi perlu diimbangi pendampingan keluarga. Dengan begitu, anak-anak bisa memanfaatkan kemajuan informasi untuk menunjang pendidikan, bukan terjerumus ke pengaruh yang merugikan masa depan mereka.

"Kami ingin anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan memiliki pemahaman tentang hal-hal positif. Pendidikan karakter juga penting agar mereka mampu melindungi diri dari berbagai pengaruh negatif," jelasnya.

Pendekatan Preventif dan Humanis Polri

Perpustakaan apung disebut bagian dari pendekatan preventif dan humanis Polri untuk membangun hubungan lebih dekat dengan masyarakat pesisir. Polairud ingin menunjukkan tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan wilayah perairan, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam mendukung pendidikan dan perlindungan anak.

"Anak-anak pesisir memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, kami ingin terus membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat belajar generasi muda," pungkas Budy.

Reporter: Saiful
Sumber: mediabengkulu.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top