BENGKULU — Pemeriksaan berlangsung saat dapur baru bersiap memproduksi makanan untuk penerima manfaat. Tim menyisir proses produksi, penyimpanan bahan baku, kebersihan peralatan, hingga penerapan standar operasional prosedur di setiap tahapan pengolahan.
Sidak melibatkan sejumlah instansi teknis. Kepala KPPG Provinsi Bengkulu Nurjaeni, Kepala Regional BGN SPPG Bengkulu Iqbal Ramadhan, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Abdul Hadi, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Iskandar Rahmatullah, dan Kepala Kesbangpol Mif Tarul Ilmi ikut dalam rombongan. Perwakilan Dinas Kesehatan serta unsur TNI-Polri juga hadir.
R.A. Denni menyatakan pengawasan akan dilakukan berkala, bukan hanya sekali ini. Menurutnya, standar mutu dan pelayanan dapur harus terus terjaga agar kejadian yang tidak diinginkan bisa dicegah sejak awal.
"Pengawasan seperti ini akan terus kita lakukan secara rutin agar standar mutu, kualitas makanan, serta pelayanan dapur tetap terjaga. Kita ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan SOP yang telah ditetapkan, sehingga kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan dapat dicegah sedini mungkin, khususnya di wilayah Bumi Merah Putih Bengkulu yang kita cintai," ujar Denni.
Pemeriksaan tidak berhenti pada pengamatan visual. Tim mengambil sejumlah sampel dari dapur untuk diuji melalui Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) wilayah Bengkulu.
"Selain itu, kita juga mengambil sejumlah sampel dari dapur untuk selanjutnya dilakukan pengujian melalui Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) wilayah Bengkulu. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang nantinya disalurkan kepada para penerima manfaat," tambahnya.
Nurjaeni menyebut sinergi pemerintah daerah dan KPPG menjadi kunci agar setiap dapur memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Ia mengapresiasi pengelola dapur mitra SPPG Muara Dua yang menerima kedatangan tim meski pemeriksaan berlangsung dini hari.
"Pemerintah daerah dan KPPG harus terus bersinergi dalam memastikan setiap dapur SPPG memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Tujuan akhirnya adalah agar kualitas makanan dan pelayanan kepada para penerima manfaat semakin maksimal, sehingga Program Makanan Bergizi Gratis dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan," ungkap Nurjaeni.
Dari pemeriksaan sementara, tim menemukan sejumlah catatan dan koreksi minor yang perlu segera ditindaklanjuti pengelola dapur.
"Dalam pemeriksaan tadi terdapat beberapa catatan dan koreksi minor yang perlu menjadi perhatian untuk segera diperbaiki. Kami berharap seluruh masukan ini dapat ditindaklanjuti agar kualitas operasional dapur semakin baik dan pelayanan kepada penerima manfaat terus meningkat," tuturnya.
Penguatan pengawasan di seluruh dapur SPPG Provinsi Bengkulu disebut sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Penerapan SOP dan standar keamanan pangan diminta menjadi perhatian semua pihak yang terlibat.
Pemprov Bengkulu akan memperkuat koordinasi dengan KPPG, Badan Gizi Nasional, OPD teknis, serta unsur TNI-Polri. Tujuannya memastikan Program Makanan Bergizi Gratis sebagai program prioritas Presiden berjalan aman, berkualitas, dan tepat sasaran.