Pencarian

Pemprov Bengkulu Siapkan 5 Langkah Penguatan MBG, Petani hingga BUMDes Dilatih Jadi Pemasok SPPG

Senin, 02 November 2026 • 11:31:01 WIB
Pemprov Bengkulu Siapkan 5 Langkah Penguatan MBG, Petani hingga BUMDes Dilatih Jadi Pemasok SPPG
Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu Nelly Alesa menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pasokan pangan lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis.

BENGKULU — Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu Nelly Alesa menyatakan dukungan pemerintah daerah diarahkan pada dua sasaran sekaligus: keamanan pangan dan manfaat ekonomi bagi warga. Penguatan pasokan pangan lokal, distribusi, dan keamanan makanan disebut menjadi perhatian bersama lintas instansi.

Menurut Nelly, penguatan rantai pasok pangan lokal adalah peluang konkret yang bisa diambil pemerintah daerah untuk menopang operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Petani hingga BUMDes Didorong Masuk Rantai Pasok SPPG

Pemerintah kabupaten dan kota bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis diminta memetakan kelompok tani yang berpotensi memasok beras, sayuran, buah-buahan, dan cabai. Pemetaan itu menjadi pintu masuk agar hasil panen warga terserap ke dapur-dapur SPPG, bukan hanya lewat pasar biasa.

Kelompok peternak ayam petelur dan pedaging mendapat perhatian terpisah. Pendampingan yang disiapkan mencakup bibit, pakan, vaksinasi, hingga akses pasar.

Nelayan, koperasi, dan BUMDes disebut masuk dalam skema yang sama sebagai pemasok bahan pangan. Dengan begitu, rantai pasok MBG tidak bergantung pada pemasok dari luar daerah.

Lima Langkah yang Disiapkan Pemprov Bengkulu

Nelly merinci arah kebijakan penguatan MBG ke dalam lima langkah. Pertama, memastikan keamanan pangan pada setiap bahan yang masuk ke SPPG. Kedua, memperkuat pasokan pangan lokal agar bahan baku berasal dari petani, peternak, dan nelayan setempat.

Ketiga, mendorong keterlibatan koperasi dan BUMDes sebagai bagian dari rantai distribusi. Keempat, memperbaiki distribusi agar bahan pangan sampai ke SPPG tepat waktu. Kelima, menjaga keamanan makanan di sepanjang proses pengolahan dan penyajian.

"Pemerintah Provinsi Bengkulu mendorong agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, dan BUMDes. Karena itu, penguatan pasokan pangan lokal, distribusi, dan keamanan makanan menjadi perhatian bersama," ujar Nelly.

Mengapa Pasokan Lokal Jadi Kunci

MBG menuntut pasokan bahan pangan dalam jumlah besar dan rutin setiap hari ke setiap SPPG. Tanpa pemasok lokal yang tertata, kebutuhan itu rawan dipenuhi dari luar daerah dan membuat perputaran uang tidak tinggal di Bengkulu.

Karena itu, pemetaan kelompok tani dan pendampingan peternak ayam menjadi pekerjaan awal yang harus rampung sebelum operasional SPPG berjalan penuh. Pemerintah kabupaten dan kota memegang peran di tahap ini, dengan OPD teknis sebagai pelaksana pendataan di lapangan.

Bagi warga, skema ini berarti peluang menambah penghasilan dari budidaya sayur, cabai, telur, dan hasil laut. Nelly menyebut manfaat ekonomi itu sebagai bagian dari tujuan program, bukan efek samping.

Yang Perlu Dipantau Warga

Pelaksanaan lima langkah tersebut bergantung pada seberapa cepat pemerintah kabupaten dan kota menyelesaikan pemetaan pemasok. Setelah data kelompok tani dan peternak terkumpul, pendampingan bibit, pakan, dan vaksinasi bisa dijalankan.

Warga yang tergabung dalam kelompok tani, peternak, nelayan, koperasi, atau BUMDes bisa memantau pengumuman OPD teknis di daerah masing-masing untuk masuk daftar pemasok. Kepastian harga beli dari SPPG menjadi hal yang paling dinanti pelaku usaha lokal.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbengkulu.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks