Pemkab Bengkulu Selatan Usulkan Rp18,1 Miliar Bangun dan Rehab 5 Pasar Rakyat di 2027

Penulis: Yasir  •  Jumat, 06 November 2026 | 06:31:02 WIB
Kepala Dinas Perdagangan Bengkulu Selatan Dwi Prian Dona menyampaikan usulan pembangunan dan rehabilitasi pasar rakyat melalui APBN dan APBD 2027.

BENGKULU SELATAN — Dinas Perdagangan Kabupaten Bengkulu Selatan menyiapkan dua jalur pendanaan sekaligus: APBN 2027 untuk pembangunan pasar baru dan APBD 2027 untuk perbaikan pasar yang sudah berdiri. Kepala Dinas Perdagangan Bengkulu Selatan Dwi Prian Dona menyebut pihaknya memaksimalkan setiap peluang anggaran agar perbaikan pasar tradisional bisa direalisasikan secara bertahap.

Langkah tersebut menyasar bangunan pasar yang kondisinya mulai rusak, bahkan sejumlah di antaranya tidak lagi layak dipakai untuk kegiatan jual beli.

Lima Pasar Baru Diusulkan lewat APBN 2027 Senilai Rp15,75 Miliar

Melalui skema Tugas Pembantuan Kementerian Perdagangan RI, Dinas Perdagangan mengajukan lima usulan pembangunan pasar rakyat dengan total anggaran Rp15,75 miliar. Kelima lokasi itu tersebar di empat kecamatan.

  • Pasar Nanjungan di Kecamatan Pino Raya
  • Pasar Tungkal
  • Pasar Sulau di Kecamatan Kedurang Ilir
  • Pasar Palak Padang di Kecamatan Seginim
  • Pasar Masat di Desa Ulak Lebar, Kecamatan Pino

Dwi menegaskan pasar rakyat bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli. Menurutnya, pasar merupakan salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat yang butuh fasilitas memadai, lingkungan tertata, serta bangunan aman dan nyaman.

"Kami terus berupaya mendorong peningkatan kualitas pasar tradisional di Bengkulu Selatan. Salah satunya dengan menyampaikan usulan pembangunan maupun rehabilitasi, baik melalui anggaran pemerintah pusat maupun anggaran daerah," ujar Dwi Prian Dona.

Pasar Ampera hingga Tungkal Masuk Daftar Prioritas APBD

Selain mengandalkan dana pusat, Dinas Perdagangan menyiapkan perbaikan lewat APBD Bengkulu Selatan 2027 untuk empat pasar: Pasar Ampera, Pasar Kutau, Pasar Nanjungan, dan Pasar Tungkal.

Di Pasar Ampera, rencana penanganan mencakup pembangunan gedung tempat penjualan ayam potong, kios beras, dan fasilitas pendukung. Usulan itu muncul karena sejumlah bangunan dinilai sudah tidak layak dipakai. Penggantian atap ruko juga masuk daftar agar bangunan bisa dimanfaatkan optimal kembali.

Pasar Kutau masuk prioritas rehabilitasi karena sejumlah bangunannya rusak berat. Penanganan yang diusulkan meliputi rehabilitasi gedung ikan dan ayam, perbaikan lantai di bagian tangga dua, pemasangan talang air di antara dua gedung, serta pembangunan gedung khusus penjualan ikan potong.

Bangunan Rusak Berat Jadi Alasan Utama Pembenahan

Kondisi Pasar Tungkal disebut sudah mengalami kerusakan berat dan tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Pasar Nanjungan juga diusulkan direhabilitasi untuk mendukung kelancaran aktivitas perdagangan dan meningkatkan kualitas pelayanan pasar rakyat.

Perbaikan itu diharapkan membuat kegiatan jual beli berjalan lebih lancar sekaligus memberi kenyamanan bagi pedagang dan warga yang berbelanja.

Dwi berharap usulan yang sudah disampaikan memperoleh dukungan pemerintah pusat. Menurutnya, pembangunan pasar rakyat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas perdagangan dan memberikan fasilitas lebih baik bagi masyarakat.

"Kami berharap usulan yang telah disampaikan ini dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat. Tentunya pembangunan pasar rakyat sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas perdagangan dan memberikan fasilitas yang lebih baik bagi masyarakat," ungkapnya.

Rehabilitasi Gedung Dinas Perdagangan Ikut Diusulkan

Daftar usulan APBD 2027 juga memuat kebutuhan pembangunan dan perbaikan fasilitas perkantoran. Salah satunya melanjutkan rehabilitasi gedung Dinas Perdagangan, mengingat bagian lantai bangunan belum seluruhnya rampung dikerjakan.

Pemerataan fasilitas perdagangan menjadi pertimbangan tersendiri. Pasar tradisional di kecamatan dan desa menopang aktivitas ekonomi petani, pedagang kecil, hingga pelaku usaha mikro di Bengkulu Selatan.

Reporter: Yasir
Sumber: isbcenter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top