BENGKULU — Pelatih Portugal Jorge Jesus mengaku tidak diberi tahu lebih dulu soal keputusan Cristiano Ronaldo pensiun dari tim nasional. Jesus baru mengetahui pengumuman itu bersamaan dengan publik, padahal Ronaldo sempat masuk daftar skuadnya untuk Nations League.
Kepastian itu disampaikan Jesus dalam konferensi pers jelang pengumuman skuad Nations League. Ia menegaskan Ronaldo, 41 tahun, tidak menghubunginya sebelum mengunggah video pengumuman pensiun di Instagram.
"Saya tahu bersamaan dengan kita semua," kata Jesus. "Sampai saat itu, saya tidak tahu apa-apa soal itu."
Jesus menyebut mantan penyerang Real Madrid dan Manchester United itu sedang dalam performa bagus bersama Al-Nassr. Karena itu, namanya sempat masuk daftar pemain yang akan dipanggil.
"Dia bermain, dia mencetak gol; dia salah satu pemain di daftar skuad saya," ujar Jesus.
Ronaldo sebenarnya baru bebas dari sanksi 30 hari larangan membela timnas. Hukuman itu tidak memotong jadwal pertandingan resmi Portugal.
Ketegangan antara keduanya bermula September lalu. Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan Portugal setelah diberi tahu tidak akan menjadi starter pada laga Nations League melawan Denmark empat hari kemudian.
Ronaldo kemudian menyebut Jesus "mengingkari janjinya". Ia menerima hukuman atas kepergiannya lebih awal, tapi saat itu menegaskan belum berniat pensiun dari timnas.
Jesus terlihat kesal saat wartawan terus mendesak soal perselisihan itu. "Semua keputusan saya dibuat untuk kepentingan tim," katanya. "Sebagai pelatih, saya selalu membela apa yang terbaik untuk tim. Saya tenang dengan keputusan saya."
Ronaldo tidak dimainkan saat Portugal menghadapi Norwegia pada 27 September. Penampilan terakhirnya untuk timnas terjadi tiga hari sebelumnya, saat Portugal menang 1-0 atas Wales di Lisbon.
Sepanjang karier internasionalnya, Ronaldo mencetak 146 gol dari 234 laga sejak debut pada 2003. Keduanya merupakan rekor dunia untuk pemain pria. Ia juga bagian dari skuad Portugal juara Euro 2016.
Jesus mengaku belum menghubungi Ronaldo sejak pengumuman pensiun. Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (PFF) Pedro Proenca berjanji tetap memberi penghormatan untuk sang kapten.
"Tidak ada penghormatan yang cukup untuk berterima kasih atas semua yang dia lakukan untuk sepak bola Portugal, untuk Portugal," kata Proenca.
"Cara terbaik menghormati dan merayakannya adalah menghormati ambisinya yang tanpa batas, selalu bermain untuk menang, tidak pernah takut menjadi yang terbaik di dunia. Terima kasih untuk semuanya, kapten. Ini dan akan selalu menjadi rumahmu."