BENGKULU — Manchester United menang dramatis 3-2 atas Roma di Liga Champions, tapi Jamie O'Hara menilai comeback itu bukan titik balik. Mantan gelandang Tottenham tersebut menilai skuad asuhan pelatih anyar itu masih belum cukup kuat untuk bersaing di level tertinggi.
Kemenangan 3-2 Manchester United atas Roma di Liga Champions memang menyita perhatian. Namun Jamie O'Hara, mantan gelandang Tottenham Hotspur, menolak menjadikan hasil itu sebagai indikasi kebangkitan Setan Merah.
Penilaian O'Hara muncul dalam program talkSPORT, Rabu (4/11/2026). Ia menilai comeback tersebut lebih banyak ditopang faktor keberuntungan ketimbang kualitas permainan yang sesungguhnya.
Comeback Lawan Roma Dinilai Menutupi Masalah Mendasar
Manchester United sempat tertinggal sebelum akhirnya berbalik menang 3-2. Bagi banyak pengamat, hasil itu disebut sebagai momentum untuk bangkit. O'Hara justru mengambil arah sebaliknya.
"Mereka tidak cukup bagus," kata O'Hara seperti dilansir talkSPORT. Ia menyoroti bahwa kemenangan dramatis sering kali menyamarkan persoalan yang lebih mendasar di dalam tim.
Pandangan tersebut bukan tanpa alasan. Manchester United masih dihadapkan pada konsistensi performa yang naik-turun di kompetisi domestik maupun Eropa. Satu kemenangan dramatis dinilai belum cukup untuk mengubah penilaian menyeluruh terhadap skuad.
Kualitas Skuad Jadi Sorotan Utama
O'Hara menyoroti kualitas individu para pemain Manchester United. Menurutnya, skuad saat ini belum mencapai standar yang diperlukan untuk bersaing konsisten di level Liga Champions.
Penilaian itu menyentuh persoalan kedalaman skuad dan kualitas pemain kunci. Manchester United memang memiliki sejumlah nama besar, tetapi keseimbangan antarlini dinilai masih menjadi kelemahan.
Kritik semacam ini bukan kali pertama muncul. Sejumlah pengamat sebelumnya juga mempertanyakan arah pembangunan tim yang berjalan lambat dibandingkan para pesaing di Premier League.
Kemenangan Dramatis Bukan Jaminan Tren Positif
Comeback atas Roma memberi tambahan poin penting bagi Manchester United di fase liga Liga Champions. Hasil tersebut menjaga peluang tim untuk melaju ke babak berikutnya.
Namun O'Hara menegaskan bahwa satu hasil tidak bisa dijadikan patokan. Tren positif baru bisa disebut nyata jika Manchester United mampu meraih hasil serupa secara berkelanjutan di beberapa pertandingan berikutnya.
Pembuktian terdekat akan datang di laga domestik. Konsistensi di Premier League dinilai menjadi indikator yang lebih jujur untuk mengukur seberapa jauh perkembangan tim musim ini.
Tekanan Tetap Menyertai Manchester United
Kritik dari figur publik seperti O'Hara menambah beban bagi skuad Manchester United. Tekanan untuk tampil meyakinkan tidak akan surut hanya karena satu kemenangan dramatis di Eropa.
Manchester United kini berada di persimpangan. Kemenangan atas Roma bisa menjadi pijakan, atau justru sekadar hasil sesaat yang menutupi persoalan lama jika tidak diikuti performa stabil dalam beberapa pekan ke depan.