BENGKULU — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bengkulu mencatat realisasi penyaluran dana subsidi perumahan FLPP telah mencapai Rp49,11 miliar. Kepala Kanwil DJPb Bengkulu Muhammad Irfan Surya Wardhana menyebutkan dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan telah tersalurkan penuh hingga awal bulan ini.
"Memang benar hingga awal Mei 2026 realisasi penyaluran program KPR FLPP sebesar Rp49,11 miliar. Dengan penyaluran tersebut diharapkan membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar lebih mudah memiliki rumah sendiri," ujar Irfan di Kota Bengkulu, Selasa.
Tambahan Anggaran Rp66,78 Miliar untuk Perumahan
Pemerintah pusat tidak berhenti pada angka tersebut. Irfan mengungkapkan bahwa tambahan anggaran sebesar Rp66,78 miliar telah disiapkan melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pada Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bengkulu.
Dana tambahan ini diarahkan untuk mempercepat pembangunan sektor perumahan di daerah. Targetnya, program penyediaan hunian bagi MBR bisa berjalan lebih optimal dan merata hingga ke pelosok Bengkulu.
Subsidi Cicilan untuk MBR di 96 Lokasi Perumahan
Program FLPP merupakan skema subsidi yang meringankan cicilan KPR bagi MBR. Dengan adanya suntikan dana APBN ini, beban angsuran bulanan warga menjadi lebih rendah dibandingkan suku bunga komersial.
Irfan menambahkan, subsidi ini diharapkan mampu membuka akses kepemilikan rumah yang sebelumnya sulit dijangkau oleh kelompok berpenghasilan rendah. Lokasi perumahan yang tersebar di 96 titik juga memudahkan warga memilih hunian sesuai domisili atau tempat kerja.
Efek Berganda ke Sektor Properti dan Ekonomi Daerah
Selain dampak sosial, realisasi KPR FLPP juga menjadi stimulus bagi pertumbuhan sektor properti di Bengkulu. Irfan menilai, setiap unit rumah yang dibangun memicu aktivitas ekonomi di rantai pasok material bangunan, tenaga kerja konstruksi, hingga jasa properti.
"Program FLPP menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mendukung pertumbuhan sektor properti sekaligus menggerakkan perekonomian daerah," ujar dia.
Pemerintah berharap, dengan aliran dana subsidi yang konsisten, angka kepemilikan rumah layak di Provinsi Bengkulu terus meningkat. Sektor properti pun diyakini bakal tumbuh seiring daya beli MBR yang terbantu oleh skema pembiayaan ringan ini.