REJANG LEBONG — Sebanyak 3.500 bibit ikan nila ditebar di dua kolam bioflok di Desa Kampung Baru, Kecamatan Selupu Rejang. Program ini merupakan inisiatif Kodim 0409/Rejang Lebong yang membawahi tiga kabupaten di Bengkulu, yakni Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong.
Komandan Kodim (Dandim) 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, menyebut program ini sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan pangan warga, khususnya di pedesaan.
"Program ketahanan pangan masyarakat binaan Kodim 0409/Rejang Lebong ini dilaksanakan di Desa Kampung Baru, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong," kata dia, Jumat.
Hasil Panen Dijual dengan Harga Terjangkau
Dari total 3.500 bibit yang ditebar, sebanyak 2.000 ekor ditempatkan di kolam pertama dan 1.500 ekor sisanya di kolam kedua. Kolam-kolam ini dibina oleh Babinsa setempat yang bekerja sama dengan Kelompok Pembudidaya Ikan (Podakan) Walet Fish.
Yang menarik, hasil panen nantinya tidak akan dijual dengan harga normal. "Hasil panen ikan nila ini nantinya akan dijual kepada masyarakat sekitar lokasi budidaya dengan harga yang sangat terjangkau, bahkan hanya sekitar setengah dari harga jual di pasaran," ujar Letkol Agung.
Langkah ini diharapkan bisa menekan biaya belanja rumah tangga warga di tengah fluktuasi harga pangan. Selain itu, program ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
Gotong Royong TNI dan Warga
Kehadiran kolam bioflok dinilai mampu meningkatkan semangat gotong royong antara TNI dan warga. Sistem bioflok sendiri dikenal sebagai metode budidaya ikan yang ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah organik sebagai pakan alami.
Ke depan, Kodim 0409/Rejang Lebong berencana memperluas program serupa ke desa-desa lain di wilayah teritorialnya. Tiga kabupaten yang menjadi wilayah binaan—Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong—akan menjadi sasaran utama pengembangan.
Program ini menjadi contoh konkret bagaimana institusi militer bisa berperan dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat akar rumput, sekaligus menjadi solusi atas mahalnya harga pangan di pasaran.