SELUMA — Instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu, Noval Yunaidi, membeberkan sejumlah pelanggaran yang masih jamak ditemui di jalan raya Bengkulu saat memberikan materi di SMKN 3 Seluma. Kebiasaan seperti tidak mengenakan helm, berkendara melawan arus, hingga memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi disebut sebagai pemicu utama kecelakaan.
“Sebagian besar kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh kelalaian pengendara. Karena itu penting menjaga jarak aman, memperhatikan kondisi lalu lintas, dan memastikan perlengkapan berkendara lengkap sebelum digunakan,” ujar Noval di hadapan para siswa.
Empat Faktor Risiko yang Masih Diabaikan Pengendara Muda
Dalam sesi edukasi, Noval menyoroti empat pelanggaran yang paling sering dilakukan masyarakat Bengkulu. Pertama, tidak menggunakan helm saat berkendara. Kedua, tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Ketiga, berkendara dengan kecepatan tinggi di kawasan padat penduduk. Keempat, nekat melawan arus lalu lintas demi mempersingkat waktu.
Menurutnya, kebiasaan-kebiasaan tersebut sangat berisiko dan menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan di jalan raya. Padahal, sebagian besar insiden bisa dicegah jika pengendara disiplin sejak awal.
Pelajar Tak Cukup Hanya Tahu Aturan, Harus Jadi Teladan
Astra Motor Bengkulu tidak sekadar memberikan teori. Para siswa juga dibekali tips praktis: memastikan kondisi fisik dan emosi stabil sebelum naik motor, memeriksa tekanan ban dan rem, hingga selalu mengenakan perlengkapan keselamatan seperti jakut dan sarung tangan.
Antusiasme siswa terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya dan mencoba simulasi teknik pengereman serta cara mengambil sudut pandang aman saat di tikungan. “Kami berharap para pelajar tidak hanya menjadi pengguna jalan, tetapi juga pelopor keselamatan di jalan raya,” pungkas Noval.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye #Cari_Aman yang digagas Astra Motor secara nasional. Di Bengkulu, program tersebut menyasar sekolah-sekolah binaan sebagai upaya menekan angka kecelakaan yang masih didominasi oleh pelajar dan pemula.