Pencarian

Petugas Gabungan Siaga 24 Jam di Taman Nasional Bromo untuk Cegah Kemunculan Titik Api Baru

Selasa, 11 Agustus 2026 • 09:56:31 WIB
Petugas Gabungan Siaga 24 Jam di Taman Nasional Bromo untuk Cegah Kemunculan Titik Api Baru
Petugas gabungan memantau area bekas kebakaran di Taman Nasional Bromo selama 24 jam untuk mencegah munculnya titik api baru.

BENGKULU — Petugas gabungan dari Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan dalam sistem jaga bergilir selama 24 jam. Mereka memantau area rawan yang sebelumnya terbakar, sekaligus memastikan tidak ada percikan api yang kembali menyala akibat angin kencang atau material gambut yang masih membara di bawah permukaan tanah.

Kebakaran yang melanda kawasan taman nasional tersebut sebelumnya menghanguskan sejumlah titik lahan di wilayah savana dan hutan. Kondisi cuaca kering dan angin yang bertiup kencang membuat proses pemadaman total menjadi lebih sulit, sehingga pengawasan intensif dinilai menjadi kunci utama.

Fokus Pengawasan di Zona Rawan dan Jalur Wisata

Tim di lapangan memprioritaskan pemantauan pada area yang berdekatan dengan jalur pendakian dan destinasi wisata. Selain memadamkan sisa bara, petugas juga melakukan penyekatan dengan membuat sekat bakar alami untuk membatasi pergerakan api bila sewaktu-waktu muncul kembali.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I TNBTS, dalam keterangannya di lokasi, menyatakan bahwa koordinasi antarinstansi berjalan intensif. "Kami terus berjaga dan memantau perkembangan di lapangan. Ini upaya bersama agar kebakaran tidak meluas," ujarnya kepada awak media di tengah aktivitas pemantauan, Senin (14/4).

Pihaknya juga mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk tidak membuka lahan atau membuang puntung rokok sembarangan di kawasan taman nasional. Pelanggaran atas tindakan tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dampak Kebakaran dan Upaya Pemulihan Ekosistem

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses penghitungan final oleh tim di lapangan. Namun, dampak ekologis yang paling dikhawatirkan adalah terganggunya habitat satwa liar dan rusaknya vegetasi endemik savana yang menjadi ciri khas Bromo.

Setelah api benar-benar padam dan status tanggap darurat dicabut, langkah selanjutnya adalah rehabilitasi lahan. Balai Besar TNBTS akan melakukan penanaman kembali dengan spesies lokal yang sesuai dengan ekosistem savana setempat untuk mempercepat pemulihan fungsi lahan.

Meski kondisi mulai terkendali, petugas belum akan menarik diri dari pos-pos pantau. Status siaga akan dipertahankan hingga cuaca dipastikan mendukung dan tidak ada lagi potensi titik api baru yang muncul di kawasan TNBTS.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks