Pencarian

Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Pakai Teknologi Drop Tank, Kecepatan Bongkar Muat CPO Tembus 84 Ton Per Jam

Rabu, 10 Juni 2026 • 12:06:31 WIB
Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Pakai Teknologi Drop Tank, Kecepatan Bongkar Muat CPO Tembus 84 Ton Per Jam
Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu mulai operasikan teknologi drop tank untuk percepat bongkar muat CPO.

BENGKULU — Pelabuhan Pulau Baai kini memiliki senjata baru untuk mempercepat arus komoditas unggulan daerah. Sistem drop tank, sebuah tangki transit yang memungkinkan proses pemompaan dari truk ke kapal berlangsung lebih cepat, mulai dioperasikan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP) Nonpetikemas Cabang Bengkulu.

Dua Kali Lebih Cepat dari Metode Konvensional

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu Mochammad Choiron Yusuf mengatakan, dengan metode lama yang memompa langsung dari truk ke kapal, kapasitas maksimal hanya 40 ton per jam. Kini, melalui drop tank, kecepatan pompa melonjak menjadi 84 ton per jam.

Angka itu bahkan melampaui target yang ditetapkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebesar 63 ton per jam. "Kecepatan pompa itu pun melampaui target yang ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Laut pada 63 ton per jam," ujar Choiron Yusuf di Bengkulu, Selasa.

Efisiensi Biaya dan Waktu Sandar Kapal

Efisiensi tidak hanya soal kecepatan. Dengan sistem baru ini, waktu tunggu truk di pelabuhan menjadi lebih singkat karena sopir cukup menuangkan muatan ke tangki transit tanpa harus menunggu kapal merapat dan menyambungkan selang satu per satu.

Proses distribusi dari pabrik ke kapal pun lebih sederhana. "Dengan metode sebelumnya akan membutuhkan waktu lama, apalagi proses penyambungan selang ke kapal. Dengan drop tank truk langsung tuangkan ke drop tank dan langsung di pompa ke kapal, ini jauh lebih singkat waktu operasionalnya," kata Choiron.

Durasi sandar kapal yang lebih pendek secara langsung menekan biaya operasional perusahaan pengirim. Beban logistik yang lebih ringan ini diharapkan menjadi stimulus bagi pengusaha sawit di Bengkulu untuk meningkatkan produksi.

Dorong Hilirisasi Sawit: dari CPO ke Olein

Bengkulu selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi kelapa sawit di Sumatera. Namun, sebagian besar masih diekspor dalam bentuk minyak sawit mentah (CPO) atau cangkang sawit.

Choiron optimistis, kemudahan logistik di Pelabuhan Pulau Baai akan mendorong tumbuhnya industri hilir baru. "Iya, tentunya, pasti akan menstimulasi pertumbuhan produksi curah cair Bengkulu termasuk produk olein (produk bahan setengah jadi minyak goreng) yang ada di Bengkulu," ujarnya.

Ke depan, Bengkulu tidak hanya akan menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga produsen produk turunan sawit yang bernilai tambah lebih tinggi.

Kinerja Positif: Volume Curah Cair Melonjak 93 Persen

Data PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu menunjukkan, realisasi throughput hingga Mei 2026 mencapai 1,02 juta ton meter kubik, tumbuh 3,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja curah cair tercatat paling moncer. Realisasinya sebesar 212,7 ribu ton atau meningkat 93,97 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya 122 ribu ton.

Selain CPO dan aspal, Pelabuhan Pulau Baai juga melayani curah kering seperti cangkang sawit, batu bara, limestone, dan clinker, serta general cargo berupa alat berat dan material konstruksi.

Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks