Pencarian

BI Bengkulu Edukasi Keamanan Transaksi Digital Lewat Nobar Piala Dunia 2026, Waspada Modus Penipuan OTP

Jumat, 12 Juni 2026 • 12:28:01 WIB
BI Bengkulu Edukasi Keamanan Transaksi Digital Lewat Nobar Piala Dunia 2026, Waspada Modus Penipuan OTP
Bank Indonesia Bengkulu mengedukasi masyarakat tentang keamanan transaksi digital melalui nobar Piala Dunia 2026.

BENGKULU — Bank Indonesia (BI) memanfaatkan antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia 2026 untuk menyisipkan pesan penting tentang keamanan transaksi digital. Dalam kegiatan pembukaan Program Bola Gembira yang digelar di Bengkulu, Jumat, BI mengedukasi warga mengenai risiko kejahatan siber dan pentingnya menjaga data pribadi.

PIN Tanggal Lahir, Incaran Pertama Pelaku Kejahatan

Pelaksana Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI Perwakilan Bengkulu, Hendri Wahyudi, menyebut masih banyak masyarakat menggunakan tanggal lahir sebagai PIN karena dianggap mudah diingat. Padahal, kombinasi itu justru menjadi tebakan pertama pelaku kejahatan saat mencoba mengakses perangkat atau informasi pribadi korban.

"Yang paling penting, jangan menggunakan PIN yang mudah ditebak seperti tanggal lahir, jangan pernah membagikan kode OTP, dan jangan mudah percaya pada penawaran yang tidak masuk akal," kata Hendri.

Kode OTP: Jangan Pernah Diberikan ke Siapa Pun

Hendri menjelaskan, kode OTP hanya berfungsi untuk verifikasi transaksi atau akses akun. Ia menegaskan, tidak ada pihak bank yang akan menelpon dan menanyakan nomor OTP setelah mengirimkannya.

"Tidak ada pihak bank setelah mengirim OTP, terus menelpon menanyakan nomor OTP, kalau ada yang menelepon itu jelas penipuan," ujarnya.

Data Pribadi di Medsos Bisa Jadi Celah Penipuan

BI juga meminta masyarakat lebih berhati-hati saat membagikan data pribadi di media sosial. Informasi seperti tanggal lahir, alamat surel, nomor rekening, hingga bukti transfer bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk berbagai modus penipuan.

Masyarakat diminta mewaspadai tawaran investasi atau bantuan yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Hendri mengingatkan agar warga tidak mengklik tautan dari nomor tidak dikenal karena bisa menjadi pintu masuk pencurian data atau pengambilalihan akun digital.

Terapkan Prinsip "Kalau Ragu, Stop Dulu"

Untuk mencegah penyalahgunaan rekening, BI menyarankan masyarakat tidak membagikan PIN kepada siapa pun, termasuk anggota keluarga. Langkah ini penting jika salah satu anggota keluarga menjadi korban penipuan atau manipulasi pelaku kejahatan siber.

Hendri juga mengingatkan masyarakat menerapkan prinsip "kalau ragu, stop dulu" dengan melakukan konfirmasi kepada keluarga, kerabat, atau pihak terkait sebelum mengambil keputusan dalam transaksi.

Kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026 ini digelar TVRI bersama LKBN ANTARA Biro Bengkulu dan RRI Bengkulu melalui Program Bola Gembira. Acara itu menjadi sarana untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait keamanan sistem pembayaran digital dan perlindungan data pribadi di era teknologi informasi.

Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks