BENGKULU — Irjen Pol. Mardiyono tiba di pos ronda sekitar pukul 22.00 WIB, saat warga setempat tengah melaksanakan ronda malam. Kehadiran jenderal bintang dua itu sontak menyedot perhatian warga yang sedang berjaga.
Penilaian Langsung di Tengah Ronda Malam
Kakorbinmas tidak sekadar menyapa. Ia memeriksa kesiapan personel Satkamling, mengecek sarana pendukung, dan berdialog dengan petugas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat setempat. Penilaian ini menjadi salah satu indikator utama lomba Satkamling nasional yang digelar Polri.
Dalam kesempatan itu, Irjen Pol. Mardiyono menekankan bahwa keamanan lingkungan bukan semata tugas aparat. “Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat melalui kegiatan Satkamling yang berkelanjutan,” ujarnya.
Warga Diimbau Waspadai Modus Kejahatan Baru
Selain meninjau sarana dan prasarana pos, Kakorbinmas juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan yang belakangan marak. Ia meminta setiap aktivitas mencurigakan segera dilaporkan ke petugas Satkamling atau aparat keamanan setempat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Irjen Pol. Mardiyono mengajak warga terus mengoptimalkan sinergi antara Satkamling, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Hadirkan Jajaran Forkopimda dan Tokoh Masyarakat
Peninjauan itu turut dihadiri Direktur Binmas Polda Bengkulu Kombes Pol Rudi Hartono, Kapolsek Teluk Segara AKP Noprizal, Kepala Satpol PP Kota Bengkulu dr. Sahat Marulitua Situmorang, serta Lurah Bajak dan sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun sistem keamanan berbasis masyarakat.
Pos Satkamling RT 09 RW 03 sendiri dinilai cukup aktif menjalankan ronda secara swadaya. Perangkat pos seperti senter, rompi, dan buku jaga terlihat lengkap saat diperiksa tim penilai.
Lomba Satkamling tingkat nasional ini merupakan agenda tahunan Polri untuk mendorong revitalisasi pos keamanan lingkungan sebagai pilar utama keamanan di tingkat akar rumput. Penilaian tidak hanya pada fisik pos, tetapi juga partisipasi dan inovasi warga dalam menjaga lingkungan.