BENGKULU — Ketua Umum AISMOLI Budi Setiyadi mengatakan kondisi saat ini membuka peluang besar bagi pemerintah untuk mempercepat transisi energi di sektor transportasi. Hasil survei Litbang Kompas pada April 2026 di lima kota besar—Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar—menunjukkan tingkat penerimaan publik yang sangat tinggi terhadap kendaraan listrik.
"Hasil survei ini menunjukkan masyarakat Indonesia sudah siap, memahami manfaatnya, dan menantikan percepatan transisi energi di bidang transportasi. Efek jangka panjangnya kita akan mengurangi subsidi BBM yang tinggi," kata Budi dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
98 Persen Responden Dukung Kendaraan Listrik, 81 Persen Siap Beralih
Survei tersebut mencatat 98 persen responden mendukung penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Angka itu diikuti oleh 94,8 persen responden yang menilai pemerintah perlu mempercepat transisi melalui kebijakan pendukung.
Lebih menarik lagi, 81,1 persen responden yang belum memiliki kendaraan listrik menyatakan bersedia beralih apabila motor atau mobil listrik mampu memberikan manfaat ekonomi, kesehatan, dan lingkungan yang lebih baik. Sementara itu, 96,8 persen pengguna kendaraan listrik mengaku akan merekomendasikannya kepada orang lain.
Biaya Operasional Jauh Lebih Rendah, Ini Hitungan ITDP
Faktor ekonomi menjadi alasan utama masyarakat mulai melirik kendaraan listrik. Data Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) menunjukkan biaya operasional sepeda motor listrik sekitar 74 persen hingga 83 persen lebih rendah dibandingkan motor berbahan bakar minyak.
Dengan kata lain, pengeluaran harian untuk mengisi daya baterai jauh lebih miring ketimbang mengisi bensin di tengah harga BBM nonsubsidi yang terus naik. Hal ini relevan mengingat 89,2 persen responden survei berharap harga kendaraan listrik semakin terjangkau.
AISMOLI Minta Kepastian Kebijakan agar Industri Tumbuh
Sekretaris Jenderal AISMOLI Hanggoro Ananta Khrisna menegaskan, kepastian kebijakan menjadi faktor krusial untuk menjaga pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional. Pemerintah diminta konsisten memberikan insentif dan dukungan agar investasi di sektor ini terus mengalir.
"Industri dan konsumen telah menunjukkan kesiapan yang sama. Kini yang dibutuhkan adalah kepastian kebijakan yang konsisten sehingga investasi dapat tumbuh dan manfaat ekonomi kendaraan listrik bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat," ujar Hanggoro.
Survei juga mencatat 95,8 persen responden mendukung peningkatan produksi kendaraan rendah emisi di dalam negeri. Sebanyak 73,5 persen lainnya percaya aspirasi masyarakat dapat mendorong percepatan kebijakan kendaraan listrik.
Menurut AISMOLI, dukungan kebijakan yang berkelanjutan tidak hanya akan mempercepat adopsi, tetapi juga memperkuat industri nasional, memperluas investasi, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM dalam jangka panjang.