Pencarian

Isu Penangkapan Kajari Lebong Kian Menguat, Kejaksaan Negeri Kini Dipimpin Plh

Jumat, 19 Juni 2026 • 19:58:01 WIB
Isu Penangkapan Kajari Lebong Kian Menguat, Kejaksaan Negeri Kini Dipimpin Plh
Pelaksana Harian Dr. Denny Agustian resmi memimpin Kejari Lebong setelah penunjukan mendadak.

LEBONG — Teka-teki di tubuh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong semakin pekat. Alih-alih memberikan klarifikasi, Korps Adhyaksa justru memilih bungkam total di tengah isu penangkapan yang menimpa Kajari Lebong dan sejumlah pejabatnya. Kini, posisi tertinggi di Kejari Lebong telah resmi diisi oleh Pelaksana Harian (Plh), Dr. Denny Agustian, SH., MH.

Bantahan Keras yang Kini Menuai Tanda Tanya

Isu diamankannya Kajari Lebong oleh Tim PAM SDO Kejaksaan Agung RI sebenarnya telah mencuat sejak Rabu, 10 Juni lalu. Namun, hingga sepuluh hari berselang, tak ada satu pun pernyataan resmi yang keluar untuk mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut. Padahal, di awal isu merebak, pihak Kejaksaan sempat merespons dengan bantahan keras.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Lebong saat itu mengklaim bahwa Kajari beserta jajarannya sedang tidak berada di tempat karena mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Kejaksaan Agung, Jakarta. Klaim serupa juga disampaikan oleh Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Bengkulu yang dengan tegas menyatakan isu penangkapan itu tidak benar.

Pintu Informasi Resmi Justru Tertutup Rapat

Ironisnya, Kasi Penkum Kejati Bengkulu saat itu bahkan mengimbau media massa agar hanya mengutip informasi dari pintu yang berwenang, yakni dirinya di tingkat Kejati atau Kasi Intel di tingkat Kejari. Namun, pintu informasi yang disebut sebagai satu-satunya sumber resmi itu kini justru tertutup rapat. Kasi Intel Kejari Lebong berulang kali dikonfirmasi oleh awak media, tetapi ia memilih bungkam dan mengabaikan pertanyaan wartawan.

Penunjukan Plh yang mendadak ini dinilai kontras dengan narasi awal yang dibangun oleh internal Kejaksaan. Langkah ini justru memperkuat spekulasi publik mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh institusi penegak hukum tersebut.

Masyarakat Menanti Transparansi Kejaksaan

Hingga berita ini diturunkan, sikap bungkam para pejabat Kejaksaan menyisakan pertanyaan besar. Apakah bantahan di awal merupakan fakta yang sebenarnya, atau sekadar upaya meredam badai di internal Korps Adhyaksa? Masyarakat kini menanti transparansi dan akuntabilitas nyata dari institusi yang selama ini menyuarakan keterbukaan informasi publik.

Bagikan
Sumber: gobengkulu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks