BENGKULU — Enam ruang kelas dan satu gudang milik SMP Negeri 19 Kota Bengkulu hangus terbakar pada Jumat (24/7/2026). Beruntung, kebakaran terjadi saat siswa sudah pulang, sehingga tak ada korban jiwa.
Pemerintah Kota Bengkulu memastikan proses belajar tetap berjalan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Ilham Putra, meminta sekolah mengatur ulang skema pembelajaran agar hak pendidikan siswa tidak terganggu.
"Meski bangunan terjadi kebakaran, proses pembelajaran tetap dilakukan seperti biasa. Kami minta pihak sekolah untuk mengatur sehingga para siswa tetap bisa menerima pelajaran," ujar Ilham Putra di Bengkulu, Jumat (24/7/2026).
Dugaan Penyebab: Percikan Api dari Pembakaran di Luar Sekolah
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu, Yuliansyah, mengungkapkan bahwa api diduga berasal dari luar lingkungan sekolah. Percikan akibat aktivitas pembakaran di luar area menyambar bagian bangunan yang mudah terbakar, termasuk plafon.
"Dugaan sementara api disebabkan adanya pembakaran yang dilakukan di luar sekolah, dengan menimbulkan bunga api kemudian terbakar dan menyambar bangunan," jelas Yuliansyah.
Petugas pemadam menerima laporan warga dan langsung melokalisir area agar api tidak merambat ke gedung lain. Api berhasil dipadamkan setelah beberapa jam.
Penyesuaian Pembelajaran: Ruang Kelas Diatur Ulang
Dengan hilangnya enam ruang kelas, sekolah dihadapkan pada keterbatasan tempat. Pihak SMPN 19 Bengkulu menyiapkan dua opsi: pengaturan ulang ruang kelas yang masih tersisa, atau menerapkan sistem pembelajaran bergantian (shift).
Kepala Dinas Pendidikan memastikan bahwa selama masa penyesuaian, siswa tetap menerima materi belajar sesuai jadwal. Proses pendataan kerugian akibat kebakaran masih dilakukan oleh tim terkait.
Belum ada keterangan resmi mengenai total kerugian materi. Pemerintah kota berjanji akan segera memberikan bantuan untuk rehabilitasi bangunan sekolah yang rusak.