LEBONG — Pemerintah Kabupaten Lebong mengerahkan petugas lapangan ke seluruh desa dan kelurahan untuk memastikan tidak ada lagi ibu hamil, ibu menyusui, maupun balita yang luput dari pemantauan kesehatan. Langkah ini merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi Sinergitas dan Konsolidasi Program Bangga Kencana yang digelar di Aula Pendopo Rumdin Bupati Lebong, Senin (10/8/2026).
Dalam rakor tersebut, Bupati Lebong H. Azhari melantik Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk 12 kecamatan. Masing-masing kecamatan mendapat satu petugas yang bertugas mendampingi keluarga secara langsung, mulai dari pelayanan Keluarga Berencana, pemantauan ibu hamil, hingga pengawasan tumbuh kembang balita.
Target Nol Stunting Bukan Sekadar Wacana
Azhari menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka stunting hingga ke tingkat paling rendah, bahkan jika memungkinkan mencapai angka nol. Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya dilakukan di puskesmas atau rumah sakit, melainkan harus menjemput bola ke rumah-rumah warga.
"Kami sangat berkomitmen untuk mengurangi, bahkan menghilangkan stunting di Lebong. Bukan hanya di ruang rapat, tapi di setiap rumah warga. Tidak boleh ada ibu hamil, ibu menyusui, maupun balita yang tidak terpantau," tegas Azhari seusai rakor.
Pemkab Lebong juga menyiapkan mobil pelayanan khusus agar warga tidak kesulitan mengakses layanan kesehatan. Para pendamping yang telah dilantik akan turun ke rumah-rumah, memberikan informasi, memantau kondisi, dan jika ditemukan permasalahan kesehatan akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Pendampingan Dimulai Sejak Pasangan Menikah
Plt. Kepala DP2PAKB Kabupaten Lebong, Eropa, SKM ME menjelaskan bahwa pemantauan tidak hanya ditujukan bagi bayi di bawah dua tahun, tetapi sudah dimulai sejak pasangan memulai rumah tangga. Pendataan dan pemantauan sedini mungkin menjadi kunci utama, mencakup aspek sanitasi serta kelayakan kondisi rumah tangga.
"Stunting pada dasarnya tidak dapat diobati, namun dapat dicegah melalui pendekatan dini dan pemantauan yang ketat," ungkap Eropa.
Seluruh jajaran penyuluh KB di setiap kecamatan, termasuk PLKB, IPeKB, dan TPK yang beranggotakan bidan, kader, serta unsur PKK akan bekerja mencakup 12 kecamatan, 93 desa, dan 11 kelurahan di Kabupaten Lebong.
PGE dan Baznas Turun Tangan
Penurunan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata. DP2PAKB menjalin kerja sama dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan Baznas untuk memperkuat penanganan stunting melalui bantuan sosial.
Kehadiran Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid dalam rakor tersebut menjadi harapan besar agar penanganan stunting di Lebong berjalan lebih terarah dan terukur. Azhari berharap dengan dukungan BKKBN Provinsi, angka stunting di Kabupaten Lebong dapat terus menurun.
"Kami berharap dengan dukungan BKKBN Provinsi, angka stunting di Kabupaten Lebong dapat terus menurun, dan suatu saat nanti seperti yang kita cita-citakan, kalau bisa mencapai angka nol," tambahnya.
Rakor ini turut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua Komisi I dan III DPRD Kabupaten Lebong, Pj Sekda Lebong, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, jajaran Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Kepala Puskesmas, Duta GenRe, perwakilan dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan.