Pencarian

Kebakaran Hanguskan 24 Rumah di Padat Penduduk Kota Bengkulu, Polisi Selidiki Titik Api dari Rumah Bedeng

Minggu, 16 Agustus 2026 • 14:47:01 WIB
Kebakaran Hanguskan 24 Rumah di Padat Penduduk Kota Bengkulu, Polisi Selidiki Titik Api dari Rumah Bedeng
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang menghanguskan 24 rumah di permukiman padat penduduk Kelurahan Pengantungan, Kota Bengkulu.

KOTA BENGKULU — Peristiwa kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Kelurahan Pengantungan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, menyisakan duka mendalam bagi warga. Puluhan kepala keluarga (KK) kini kehilangan tempat tinggal beserta seluruh harta benda mereka setelah api menghanguskan 24 unit rumah pada Rabu (12/8) lalu.

Kepala Polresta Bengkulu Kombes Pol. Rahmat Hidayat mengungkapkan, pihaknya masih mendalami penyebab kebakaran tersebut. Berdasarkan keterangan sementara, titik awal api diduga berasal dari sebuah rumah bedeng di kawasan tersebut.

"Untuk penyebabnya masih kami selidiki. Titik awal api diduga dari rumah bedeng dan akan kami dalami melalui proses penyelidikan," kata Rahmat Hidayat di Kota Bengkulu, Jumat.

Warga Kehilangan Dokumen Penting, Polisi Siapkan Bantuan Administratif

Di tengah upaya penyelidikan, Polresta Bengkulu juga bergerak cepat memberikan bantuan administratif bagi para korban. Banyak warga yang kehilangan dokumen penting seperti ijazah dan surat-surat berharga lainnya yang ikut terbakar dalam amukan si jago merah.

Para korban kebakaran dapat melapor kepada anggota kepolisian untuk mendapatkan surat keterangan kehilangan dokumen. Langkah ini dinilai krusial untuk memudahkan warga dalam mengurus kembali administrasi kependudukan maupun keperluan lainnya pasca-bencana.

"Kami akan membantu para korban dalam mengurus surat-surat yang terbakar, termasuk membuat laporan kebakaran untuk keperluan pengurusan kembali dokumen," ujarnya.

Kendala Pemadaman: Permukiman Rapat dan Akses Sempit

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bengkulu, Yuliansyah, menjelaskan bahwa laporan kebakaran pertama kali diterima melalui saluran darurat 112. Petugas pun langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Namun, proses pemadaman menghadapi kendala yang tidak mudah. Kondisi permukiman yang sangat rapat membuat api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya. Akses menuju titik api yang sempit juga menjadi hambatan besar bagi kendaraan pemadam kebakaran untuk menjangkau lokasi secara optimal.

Imbauan Waspada di Tengah Musim Kemarau

Menyikapi kejadian ini, polisi mengimbau masyarakat Kota Bengkulu untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca yang cenderung kering dan disertai angin kencang saat ini dinilai berpotensi mempercepat penyebaran api jika terjadi kebakaran.

"Kami terus mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada, khususnya saat musim kemarau ditambah angin kencang seperti sekarang," kata Rahmat Hidayat.

Anggota kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan penyelidikan dan penanganan di lokasi kebakaran untuk memastikan proses pemulihan bagi warga terdampak dapat berjalan lancar.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks