Presiden Prabowo Subianto menegaskan bangsa Indonesia harus kuat agar tidak kembali dijajah oleh bangsa lain. Peringatan itu disampaikan saat menghadiri resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Pesantren Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu. Kepala Negara juga mengajak generasi muda belajar dari sejarah kelam penjajahan dan berani mengevaluasi diri.
PONOROGO — Presiden Prabowo Subianto menghadiri resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Pesantren Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan pentingnya bangsa Indonesia menjadi kuat agar tidak kembali dijajah oleh bangsa lain.
"Karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain," kata Prabowo, dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden di Jakarta.
Belajar dari Sejarah Kelam Penjajahan
Prabowo meminta masyarakat senantiasa belajar dari sejarah kelam masa lalu, terutama pengalaman panjang bangsa Indonesia yang pernah berada di bawah cengkeraman penjajahan. Menurut Presiden, para pendahulu bangsa telah mengorbankan jiwa dan raga untuk melawan penjajahan.
Perjuangan itu, kata dia, wajib dijadikan pelajaran berharga bagi generasi penerus. "Kita harus berani mengakui dan kita harus belajar dari situ. Dan kita harus bertekad, jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapa pun. Kita harus kuat," ujarnya.
Kekuatan Nasional untuk Kedaulatan dan Bantuan Kemanusiaan
Presiden menyampaikan bahwa kekuatan nasional berfungsi menjaga kedaulatan sekaligus memampukan Indonesia mengulurkan bantuan kemanusiaan kepada bangsa lain. Menurutnya, negara yang kuat punya kapasitas menolong mereka yang tertindas.
"Karena dengan kekuatan, kalau kita kuat, kita bisa membantu saudara-saudara kita yang tertindas dan yang ditindas oleh bangsa-bangsa lain," kata Prabowo.
Ajakan Evaluasi Diri bagi Generasi Muda
Selain menekankan kekuatan, Prabowo mengajak generasi muda berani melihat kelemahan dan kekurangan diri secara jujur. Langkah mengevaluasi diri dinilai krusial demi memicu perbaikan serta pembangunan bangsa.
Menurut Presiden, seluruh elemen bangsa harus terus membenahi kekurangan internal secara objektif. "Kita harus jujur bukan kepada orang lain, tetapi kita harus jujur kepada diri kita sendiri," kata Prabowo.