Pencarian

BPBD Bengkulu Petakan 13 Kabupaten Kota Rawan Banjir dan Longsor Saat Musim Hujan

Selasa, 29 September 2026 • 11:31:31 WIB
BPBD Bengkulu Petakan 13 Kabupaten Kota Rawan Banjir dan Longsor Saat Musim Hujan
BPBD Provinsi Bengkulu memetakan 13 kabupaten/kota yang rawan banjir dan longsor selama musim hujan.

BENGKULU — Pemetaan risiko bencana menyebut kawasan pesisir dan dataran rendah di Provinsi Bengkulu menjadi titik paling rentan banjir karena memiliki sejumlah aliran sungai dan area yang relatif rendah. Ancaman longsor tersebar di wilayah berkontur perbukitan dengan lereng curam serta kondisi tanah yang mudah bergerak ketika kandungan air meningkat.

Kabupaten dan Kota yang Berpotensi Banjir

Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan, hingga Kaur memiliki kawasan di sepanjang pesisir dan dataran rendah yang perlu diwaspadai. Kawasan itu tersebar mengikuti aliran sungai dan wilayah cekung yang kerap menampung limpasan air.

Khristian menjelaskan bahwa curah hujan tinggi bisa memperbesar debit sungai sekaligus memicu genangan di permukiman.

"Curah hujan tinggi dapat meningkatkan debit sungai maupun genangan di kawasan permukiman. Kondisi tersebut dapat semakin parah apabila saluran drainase tidak mampu menampung limpasan air," jelas Khristian.

Wilayah Perbukitan yang Perlu Diwaspadai Longsor

Untuk ancaman pergerakan tanah, perhatian utama diarahkan ke Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma, hingga Kaur. Wilayah-wilayah itu memiliki kontur perbukitan dan lereng curam yang risikonya naik saat tanah menyerap banyak air hujan.

Warga yang tinggal dekat tebing, lereng, atau kawasan bertanah retak diminta tidak mengabaikan perubahan lingkungan di sekitarnya.

"Jangan menganggap remeh tanda-tanda seperti retakan tanah, pohon atau tiang yang mulai miring, maupun perubahan kondisi tebing. Kalau ada tanda-tanda yang mengarah kepada longsor, segera laporkan kepada pemerintah desa atau petugas terkait," kata Khristian.

Imbauan Kewaspadaan Sejak Awal

Khristian meminta masyarakat tidak menunggu informasi datang saat bencana sudah terjadi. Kewaspadaan sejak awal dinilai lebih efektif menekan risiko korban maupun kerugian saat banjir dan longsor melanda.

"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor agar selalu memperhatikan kondisi lingkungan," ujar Khristian.

Dia juga meminta warga memantau kondisi sungai, drainase, dan tebing di sekitar tempat tinggal ketika hujan deras berlangsung lama. Jika kondisi dinilai membahayakan, warga diminta segera mencari tempat yang lebih aman.

"Kalau terjadi hujan deras dalam waktu cukup lama, masyarakat harus memperhatikan kondisi sungai, drainase, maupun tebing di sekitar tempat tinggal. Jika kondisi membahayakan, segera mencari tempat yang lebih aman," ujar Khristian.

Pemantauan Cuaca dan Peringatan Dini

BPBD Provinsi Bengkulu mengimbau warga mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang. Pemerintah daerah bersama unsur terkait akan memantau wilayah yang berpotensi terdampak bencana selama periode hujan.

Pemetaan risiko ini menjadi acuan awal bagi warga di kawasan pesisir, dataran rendah, dan perbukitan untuk menyiapkan langkah mitigasi sebelum cuaca ekstrem datang.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks