Pencarian

Pemprov Bengkulu Petakan 6.064 Hektare Lahan Sawit di Rejang Lebong untuk Dukung B50

Kamis, 24 September 2026 • 13:08:31 WIB
Pemprov Bengkulu Petakan 6.064 Hektare Lahan Sawit di Rejang Lebong untuk Dukung B50
Wakil Gubernur Bengkulu memimpin rapat koordinasi ground check teknis program ekstensifikasi kelapa sawit di Rejang Lebong.

Pemerintah Provinsi Bengkulu mematangkan program ekstensifikasi kelapa sawit dengan memetakan potensi lahan seluas 6.064,16 hektare di Kabupaten Rejang Lebong guna mendukung ketahanan energi nasional. Pemetaan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Ground Check Teknis Program Ekstensifikasi Kelapa Sawit di Bengkulu. Provinsi ini tercatat memproduksi 1,5 juta ton CPO per tahun dan menjadi wilayah dengan progres replanting terbaik kedua di Indonesia.

BENGKULU — Wakil Gubernur Bengkulu Mian menyatakan pihaknya serius mendukung program ketahanan energi nasional, termasuk pengembangan biodiesel B50. Dukungan itu diwujudkan melalui pemetaan lahan yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong.

Dari total 6.064,16 hektare, sebaran terbesar berada di Kecamatan Kota Padang dengan 3.229,58 hektare. Kecamatan Sindang Beliti Ulu menyumbang 993,89 hektare, Sindang Beliti Ilir 910,07 hektare, sedangkan Binduriang dan Sindang Kelingi total 930,62 hektare.

Produksi CPO 1,5 Juta Ton per Tahun Jadi Modal

Mian menyebut capaian produksi CPO Bengkulu sudah mencapai 1,5 juta ton per tahun. Angka itu menjadi salah satu alasan provinsi ini dilibatkan dalam program prioritas nasional.

"Sama-sama kita ketahui program prioritas pak presiden terkait dengan ketahanan energi, pengembangan B50. Provinsi Bengkulu sudah mencapai 1,5 juta ton CPO per tahun," kata Mian dalam rapat tersebut.

Selain produksi CPO, Bengkulu juga menunjukkan progres pada program peremajaan atau replanting kelapa sawit. Menurut Mian, capaian itu menempatkan Bengkulu pada posisi kedua terbaik secara nasional.

"Bengkulu ini juga sukses dalam menjalankan program pusat replanting. Progresnya nomor dua terbaik di Indonesia," ujarnya.

Status Lahan Diperiksa Sebelum Ekstensifikasi Dilanjutkan

Strategic Advisor PTPN IV Irwan Perangin Angin menjelaskan potensi lahan tersebut telah melalui proses pemetaan dan koordinasi dengan pihak terkait di Rejang Lebong. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi dan status lahan sebelum program berlanjut.

Lahan yang dipetakan merupakan areal HPL. PTPN IV juga telah berkoordinasi dengan Kakanwil Rejang Lebong untuk memetakan kawasan hutan lindung dan kawasan pertambangan di sekitar lokasi.

"Kami sebelumnya mendapatkan potensi ekstensifikasi kelapa sawit sebesar 6.064,16 hektare di Bengkulu yang merupakan areal HPL. Kami juga sudah berkoordinasi dengan kakanwil Rejang Lebong dan memetakan mana kawasan hutan lindung serta kawasan pertambangan," kata Irwan.

Ground Check Teknis Jadi Penentu Kelanjutan Program

Pemetaan yang dilakukan saat ini menjadi bagian dari proses ground check teknis. Tahapan itu menentukan kesesuaian lahan sebelum ekstensifikasi kelapa sawit di Rejang Lebong dilanjutkan.

Program ekstensifikasi sendiri merupakan bagian dari dukungan Bengkulu terhadap kebijakan energi nasional. Pemerintah pusat menargetkan pengembangan biodiesel B50 sebagai salah satu pilar ketahanan energi.

Hasil ground check teknis akan menjadi dasar bagi Pemprov Bengkulu dan PTPN IV untuk menentukan langkah berikutnya di lapangan.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks