BENGKULU — Pertamina Sales Area Bengkulu bergerak cepat menanggapi laporan warga Bengkulu Utara soal kendaraan yang brebet dan ngejim usai mengisi Pertalite. Pengecekan di lapangan kini berjalan untuk memastikan kondisi sekaligus kualitas produk BBM yang disalurkan ke masyarakat.
Laporan gangguan mesin itu menyebar lewat percakapan warga dan media sosial. Sejumlah kendaraan dilaporkan tersendat-sendat hingga mati mendadak setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite di wilayah Bengkulu Utara.
Pertamina belum menyimpulkan apa penyebab pastinya. Perusahaan memilih memverifikasi langsung ke lapangan sebelum mengambil kesimpulan.
Apa yang Sedang Diperiksa Pertamina?
Pemeriksaan tidak dilakukan di satu titik saja. Pertamina menelusuri jalur suplai sejak dari Fuel Terminal sampai ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang bersangkutan.
Pengecekan juga akan merembet ke SPBU lain secara bertahap. Langkah ini untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga di seluruh wilayah operasional Pertamina Bengkulu.
“Terkait informasi mengenai Pertalite, saat ini Pertamina Sales Area Bengkulu masih melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan kondisi dan kualitas produk yang disalurkan kepada masyarakat,” bunyi pernyataan resmi Pertamina Sales Area Bengkulu.
Warga Diminta Tidak Panik
Pertamina meminta masyarakat tetap tenang sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Perusahaan berjanji menyampaikan perkembangan hasil pengecekan secara resmi secepatnya.
Hingga pernyataan itu dikeluarkan, belum ada keterangan soal jumlah kendaraan yang terdampak maupun lokasi SPBU spesifik yang jadi objek pemeriksaan.
Bagi warga Bengkulu Utara yang mengalami gejala serupa, sebaiknya menyimpan bukti pembelian dan mencatat waktu pengisian. Data itu bisa membantu proses penelusuran jika diperlukan.
Kapan Hasil Pengecekan Diumumkan?
Belum ada tenggat waktu resmi yang disebutkan Pertamina. Perusahaan hanya menyatakan hasil pengecekan akan disampaikan secepatnya melalui pernyataan resmi.
Pertamina Sales Area Bengkulu memastikan pengecekan bertahap di SPBU lain terus berjalan. Tujuannya memastikan tidak ada masalah serupa di wilayah operasional lainnya.