BENGKULU — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bengkulu bersama PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM subsidi di wilayah itu dalam kondisi aman. Antrean kendaraan yang mengular di hampir seluruh SPBU dalam beberapa hari terakhir dipicu lonjakan jumlah kendaraan yang mengisi secara bersamaan, bukan karena stok menipis.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu Rico Yulyana menyampaikan hal itu saat melakukan sidak di sejumlah SPBU. Ia menyebut rantai pasok berjalan sesuai jadwal, mulai dari kedatangan kapal, pembongkaran, hingga penyaluran ke tangki SPBU.
Jeda Waktu Operasional di Rantai Pasok
Rico menjelaskan, kondisi antrean lebih disebabkan adanya jeda waktu operasional dalam distribusi. Bukan karena kekosongan stok di terminal atau SPBU.
"Stok kita aman, distribusi kita lancar, tapi kendaraan pengguna terlalu banyak. Ya, mungkin akan ada perilaku bukan panic buying, tapi menuju ke panik mungkin ya," ujar Rico.
Ia menegaskan jadwal kedatangan pasokan tidak mengalami keterlambatan. "Intinya itu bukan kosong. Sampainya pun sesuai dengan perkiraan dan jadwalnya. Tapi ada aktivitas, jadi intinya ada jeda waktu," tegasnya.
Stok Pertalite 3.200 Kiloliter, Bio Solar 3.700 Kiloliter
Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Bengkulu Farid Akbar merinci ketersediaan BBM subsidi saat ini. Stok Pertalite mencapai sekitar 3.200 kiloliter dengan daya tahan hingga lima hari.
Sementara stok Bio Solar berada di angka 3.700 kiloliter. Dengan rata-rata penyaluran harian, pasokan itu diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga 13 hari ke depan.
"Untuk Pertalite, kita sekitar 3.200, ketahanannya bisa mencapai 5 hari. Kalau untuk Bio Solar, stok sekitar 3.700, atau kalau diambil rata-rata per hari, sekitar 13 hari," ungkap Farid.
Kapal Pasokan Baru Tiba dalam Dua hingga Tiga Hari
Pasokan tambahan terus bergerak menuju Bengkulu. Kapal pengangkut Pertalite berikutnya diperkirakan tiba dalam dua hingga tiga hari ke depan, disusul pasokan Bio Solar secara berkelanjutan.
Farid meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Menurutnya, kebutuhan BBM di Bengkulu masih bisa tercukupi untuk berhari-hari ke depan.
"Untuk saat ini Bengkulu alhamdulillah aman. Diharapkan kepada masyarakat tidak perlu panic buying. Kebutuhan BBM masyarakat Bengkulu akan bisa kita cover sampai berhari-hari ke depan," katanya.
Penyaluran Harian dari Terminal Pulau Baai
Dari Terminal Pulau Baai, penyaluran BBM dilakukan setiap hari. Rata-rata Pertalite yang disalurkan mencapai 600 kiloliter per hari, sedangkan Bio Solar sekitar 300 kiloliter per hari.
"Yang kita salurkan dari Terminal Pulau Baai itu 600 kiloliter per hari. Kalau untuk Bio Solar sekitar 300 kiloliter per hari. Kalau sudah dikalkulasi, ketahanan stok kita sebenarnya di atas 5 hari semua," tutup Farid.
Pemprov Bengkulu dan Pertamina menyatakan akan terus memantau pergerakan stok di seluruh SPBU. Warga diminta melapor jika menemukan antrean tidak wajar atau pembelian BBM subsidi di luar ketentuan.