BENGKULU — Dalam pertemuan tersebut, Herwan Antoni didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bengkulu, Ersan Syahfiri. Audiensi membahas sejumlah rencana yang berkaitan dengan penguatan dan optimalisasi kegiatan Balai PPMDDT Bengkulu.
Salah satu poin yang dibicarakan adalah permohonan hibah kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mendukung pengembangan kegiatan dan program balai. Turut dibahas rencana pelaksanaan kegiatan Hari Bakti Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di lingkungan Balai PPMDDT Bengkulu.
Pemprov Koordinasi dengan OPD Teknis untuk Identifikasi Aset
Menanggapi permohonan hibah, Herwan mengatakan Pemprov Bengkulu akan berkoordinasi dengan OPD teknis untuk mengidentifikasi aset berupa lahan maupun bangunan. Aset itu nantinya dinilai apakah memungkinkan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan Balai PPMDDT, sesuai ketentuan yang berlaku.
"Pemerintah daerah siap membantu dan bersinergi bersama Balai PPMDDT Bengkulu. Untuk permohonan hibah, kita akan membahasnya bersama OPD teknis untuk melihat lahan atau bangunan mana yang memungkinkan untuk diberikan atau dimanfaatkan bagi kebutuhan balai, tentunya sesuai aturan yang berlaku," ujar Herwan.
Peran Balai PPMDDT Dinilai Bersentuhan Langsung dengan Warga Desa
Menurut Herwan, keberadaan Balai PPMDDT memiliki peran penting karena tugas dan kegiatannya bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan. Karena itu, ia menilai audiensi ini jadi momentum memperkuat sinergi.
"Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Balai PPMDDT membutuhkan dukungan dan peran aktif pemerintah daerah. Balai ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya masyarakat desa. Karena itu, audiensi ini kita jadikan momentum untuk memperkuat sinergi demi kemajuan dan perkembangan desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Harapan pada Program Pelatihan dan Pemberdayaan
Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Balai PPMDDT, berbagai program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat diharapkan berjalan semakin optimal. Manfaatnya diarahkan bagi masyarakat desa dan daerah tertinggal di Provinsi Bengkulu.
Pembahasan lanjutan soal identifikasi aset akan melibatkan OPD teknis Pemprov Bengkulu. Hasilnya akan menentukan bentuk dukungan yang bisa diberikan kepada Balai PPMDDT, termasuk untuk kegiatan Hari Bakti Tenaga Pendamping Profesional.