ARGAMAKMUR — Sepuluh penampilan tari daerah mengisi panggung Alun-alun Argamakmur dalam peringatan Hari Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Utara. Rangkaian acara dibuka dengan prosesi adat penyerahan Punjung Nasi Sawo, tradisi khas setempat sebagai simbol penghormatan, kebersamaan, dan rasa syukur. Pertunjukan musik tradisional Berejong melengkapi pagelaran yang digelar bersama Sanggar Seni Biggy Serentak.
Pagelaran dihadiri Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Bengkulu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bengkulu Utara, pimpinan perangkat daerah, tokoh adat, tokoh budaya, seniman, serta masyarakat setempat.
Punjung Nasi Sawo Buka Rangkaian Acara
Prosesi adat penyerahan Punjung Nasi Sawo menjadi pembuka sebelum penampilan seni dimulai. Tradisi tersebut dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan syukur warga Bengkulu Utara. Setelah prosesi, panggung bergantian diisi sepuluh tarian daerah dan pertunjukan Berejong.
Berbagai penampilan itu memperkenalkan kekayaan seni dan budaya lokal kepada masyarakat, terutama generasi muda. Panitia menyebut pagelaran sebagai ruang bagi seniman daerah untuk menunjukkan karya sekaligus memperkuat upaya pelestarian tradisi di tengah perkembangan zaman.
Makna Tiga Frasa dalam Tema Hari Kebudayaan
Dalam sambutan Bupati Bengkulu Utara yang dibacakan Suwanto, kebudayaan disebut sebagai jati diri, identitas, dan kekayaan daerah yang harus dijaga bersama. Pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pelaku seni dan tokoh adat, tetapi juga pemerintah serta seluruh lapisan masyarakat.
"Menjaga kebudayaan bukan hanya menjadi tanggung jawab para pelaku seni dan tokoh adat semata, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah maupun seluruh lapisan masyarakat," ujar Suwanto saat membacakan sambutan.
Suwanto menjelaskan makna tiga frasa dalam tema kegiatan. Tradisi Kita Jaga berarti menghormati dan melestarikan warisan leluhur. Budaya Kita Nyalakan mengandung semangat menghidupkan kreativitas, seni, dan nilai-nilai budaya agar terus berkembang di tengah masyarakat.
Adapun Etnik Kita Satukan menekankan pentingnya menjadikan keberagaman suku, adat istiadat, bahasa, dan kesenian sebagai kekuatan untuk membangun kebersamaan serta mempererat persaudaraan.
Ajakan ke Generasi Muda agar Tak Malu pada Tradisi Sendiri
Melalui peringatan Hari Kebudayaan, Pemkab Bengkulu Utara mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, mencintai dan melestarikan budaya daerah. Warga diharapkan tidak malu terhadap tradisi sendiri sehingga warisan budaya tetap hidup dan dapat diteruskan ke generasi berikutnya.
Pagelaran seni di Alun-alun Argamakmur diharapkan memperkuat persatuan dalam keberagaman. Pelestarian identitas budaya juga diposisikan sebagai bagian dari pembangunan daerah yang harmonis dan sejahtera.