BENGKULU — PGSD Expo ke-17 menghadirkan 15 mata lomba yang terdiri atas 10 cabang untuk peserta tingkat sekolah dasar dan lima cabang kategori umum serta kompetisi berskala nasional. Rangkaian kegiatan berlangsung sepekan penuh di Kampus III Unib.
Koordinator Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Unib, Dr. Dwi Anggraini, menyebut expo menjadi momentum memperkuat peran kegiatan mahasiswa dalam mengembangkan potensi anak sekaligus melestarikan budaya lokal.
"Melalui kegiatan ini, kita ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk berani tampil, berkompetisi, berkreasi, serta mengembangkan bakat dan kemampuan mereka," kata Dwi.
Piala Bukan Ukuran Utama, Kata Rektor
Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata membuka kegiatan pada Jumat (16/10/2026). Ia menyebut keberhasilan anak tidak hanya diukur dari kemenangan dalam perlombaan, tetapi juga dari kepercayaan diri, sportivitas, dan kemampuan menghargai orang lain.
"Piala memang menyenangkan, tetapi keberanian mencoba dan persahabatan akan kalian bawa lebih lama," ujar Indra saat memberikan sambutan.
Menurutnya, expo memberi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, mengenali potensi diri, dan membangun keberanian berkompetisi.
Tari Kreasi dan Musik Dol Meriahkan Pembukaan
Pembukaan PGSD Expo dimeriahkan pertunjukan tari kreasi dan musik dol, salah satu identitas budaya Provinsi Bengkulu. Penampilan itu menjadi bagian dari upaya mengenalkan seni tradisional kepada generasi muda.
Dwi menambahkan, expo juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa calon guru untuk berinteraksi langsung dengan anak-anak. Mahasiswa dilatih memahami perbedaan karakter dan kemampuan, serta membangun lingkungan belajar yang menyenangkan dan inklusif.
30 Instansi hingga Peserta dari Luar Provinsi Ikut Ambil Bagian
Ketua Panitia PGSD Expo ke-17, Hafids, menyebutkan peserta berasal dari sekitar 150 sekolah dasar di Bengkulu. Kegiatan juga melibatkan kurang lebih 30 instansi, termasuk SMA dan perguruan tinggi dari dalam maupun luar provinsi serta peserta kategori umum.
Menurut Hafids, expo tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarpeserta. Ia berharap seluruh peserta menjunjung sportivitas dan menjadikan kegiatan itu kesempatan membangun persaudaraan.
Mahasiswa Internasional dari Sierra Leone dan Pakistan
PGSD Unib telah menerima mahasiswa internasional bernama Zakariyya dari Sierra Leone. Saira Batool dari Pakistan dijadwalkan menyusul setelah menyelesaikan proses perizinan keberangkatan.
Kehadiran mahasiswa internasional tersebut diharapkan memperluas interaksi lintas budaya dan mendukung lingkungan akademik yang inklusif serta berwawasan global.
Rangkaian PGSD Expo ke-17 berlangsung hingga 23 Oktober 2026. Panitia berharap kegiatan itu menjadi wadah kolaborasi antara kampus dan masyarakat dalam mendorong kreativitas, prestasi, pembentukan karakter, serta pelestarian budaya daerah.