Pencarian

Menyusui Anak hingga 4 Tahun, Ini Temuan Studi di Yunani Kuno

Rabu, 04 November 2026 • 09:07:01 WIB
Menyusui Anak hingga 4 Tahun, Ini Temuan Studi di Yunani Kuno
Sisa tulang 58 anak dan 27 perempuan dewasa di Himera, Sisilia, menjadi dasar studi pola menyusui Yunani kuno.

BENGKULU — Sisa tulang 58 anak dan 27 perempuan dewasa di Himera, Sisilia, mengungkap ibu-ibu Yunani kuno menyusui anak sampai rata-rata 3,8 tahun. Temuan arkeologi ini memberi gambaran soal pola menyusui dan penyapihan ribuan tahun lalu, sekaligus jadi pembanding rekomendasi ASI masa kini.

Koloni Yunani kuno di Himera, Sisilia, menyimpan jejak pengasuhan yang jarang terungkap lewat catatan sejarah. Peneliti membaca pola makan anak masa lalu dari rasio isotop karbon dan nitrogen pada kolagen tulang.

Hasilnya diterbitkan di European Journal of Archaeology pada 19 Oktober 2026. Analisis itu memperkirakan anak-anak Himera berhenti menyusu pada usia sekitar 3,8 tahun.

Berapa Lama Anak Yunani Kuno Disusui

Penyapihan di Himera mulai berlangsung saat bayi berusia sekitar 3–4 bulan. Prosesnya berjalan bertahap sampai anak berusia 3,5–4 tahun.

Angka 3,8 tahun bukan berarti bayi hanya minum ASI selama itu. Peneliti membedakan ASI eksklusif dengan menyusui secara keseluruhan, termasuk saat anak sudah makan makanan lain.

Artinya, anak-anak kemungkinan sudah menerima makanan tambahan sejak dini. Menyusui tetap berlanjut beberapa tahun setelahnya.

Jejak Kimia di Tulang Jadi Petunjuk

Ilmuwan tidak mengandalkan catatan tertulis untuk kasus Himera. Mereka menganalisis sisa tulang 58 individu anak dan 27 perempuan dewasa dari situs tersebut.

Saat bayi menyusu, komposisi isotop nitrogen dalam jaringan tubuhnya berbeda dari orang dewasa. ASI menempatkan bayi pada tingkat trofik lebih tinggi dalam rantai makanan.

Seiring usia bertambah dan makanan pendamping masuk, komposisi isotop berubah. Perubahan inilah yang dipakai memperkirakan kapan penyapihan dimulai dan kapan anak berhenti menyusu.

Metode ini menghasilkan perkiraan berdasarkan bukti biologis, bukan catatan langsung kebiasaan tiap keluarga.

Pola Menyusui Tidak Seragam

Praktik menyusui di Himera tidak sama di semua keluarga. Waktu penyapihan dan jenis makanan pendamping yang diberikan menunjukkan variasi.

Peneliti menduga keputusan itu dipengaruhi kondisi keluarga, aktivitas harian perempuan, kesehatan ibu dan anak, serta ketersediaan makanan. Kebiasaan turun-temurun tetap diterapkan berbeda dari satu rumah ke rumah lain.

Temuan ini memperluas pemahaman tentang kehidupan anak di Yunani kuno. Selama ini periode itu sulit diketahui hanya dari catatan tertulis atau benda peninggalan.

Bandingkan dengan Rekomendasi ASI Masa Kini

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Setelah itu, bayi diberi makanan pendamping ASI (MPASI) yang aman dan bergizi, sambil tetap menyusui hingga usia dua tahun atau lebih.

Pemberian MPASI bukan berarti ibu langsung menghentikan menyusui. Keduanya berjalan bersamaan sesuai kebutuhan dan perkembangan anak.

Temuan dari Himera tidak bisa dijadikan patokan bahwa semua anak perlu disusui sampai usia empat tahun. Penelitian ini menggambarkan praktik satu masyarakat pada satu periode, bukan standar kesehatan.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter

Setiap ibu punya kondisi berbeda soal menyusui. Konsultasikan ke dokter atau konselor laktasi bila bayi sulit menempel, berat badannya tidak naik sesuai kurva, atau ibu merasakan nyeri hebat saat menyusui.

Untuk ibu yang bekerja, diskusikan jadwal pompa dan pemberian ASI perah dengan tenaga kesehatan. Tujuannya agar produksi ASI tetap terjaga dan kebutuhan bayi terpenuhi.

Studi Himera menunjukkan menyusui punya sejarah panjang dan bentuknya beragam. Bagi ibu hari ini, panduan WHO tetap jadi acuan: ASI eksklusif enam bulan, lalu MPASI disertai ASI hingga dua tahun atau lebih.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks