POBSI Bengkulu Gelar Musprov, Rahmad Mulyadi Kembali Pimpin dan Targetkan Perbaiki Medali di PON

Penulis: Yasir  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:31:01 WIB
Rahmad Mulyadi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum POBSI Provinsi Bengkulu periode 2026–2030 dalam Musprov yang digelar di Bengkulu.

BENGKULU — Rahmad Mulyadi kembali dipercaya memimpin POBSI Provinsi Bengkulu. Ia terpilih secara aklamasi dalam musyawarah organisasi yang digelar di Bengkulu, menandai periode kepengurusan barunya untuk tahun 2026–2030.

Kepercayaan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, di bawah kepemimpinan Rahmad pada 2019, cabang olahraga biliar berhasil menyumbangkan dua medali emas bagi kontingen Bengkulu di kancah nasional.

Strategi Pembinaan Atlet Menuju PON

Rahmad menegaskan bahwa amanah dari para pengurus daerah akan dijawab dengan program pembinaan yang lebih terarah. Fokus utama kepengurusannya adalah mempersiapkan atlet agar kompetitif, mulai dari tingkat daerah hingga Pra-PON dan PON.

“Dengan dukungan KONI, kami akan melakukan berbagai kegiatan pembinaan untuk para atlet menuju jenjang nasional. Baik menghadapi Pra-PON maupun PON,” ujar Rahmad dalam pernyataannya.

Pengalaman memimpin organisasi sebelumnya menjadi pijakan untuk memasang target lebih tinggi. Capaian dua medali emas pada 2019 dinilai sebagai bukti bahwa biliar memiliki potensi besar menjadi cabang andalan daerah.

KONI Minta Prestasi Naik dari Perunggu

Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu, Dali Sukma, memberikan catatan khusus kepada kepengurusan baru POBSI. Ia meminta pembinaan tidak hanya mengejar kuantitas atlet, tetapi juga memastikan konsistensi dan keberlanjutan program.

Menurut Dali, pengalaman pada PON sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi. Bengkulu pernah meraih medali perunggu dari cabang biliar, dan target berikutnya diharapkan bisa melampaui pencapaian tersebut.

“Kalau bisa prestasinya naik dari perunggu. Pemerintah daerah juga sudah menyiapkan penghargaan bagi atlet Bengkulu yang berprestasi di PON,” kata Dali.

Insentif Rp 1 Miliar dan Persiapan Jangka Panjang

Dali mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan apresiasi besar bagi atlet berprestasi. Medali emas pada PON akan diganjar penghargaan hingga Rp 1 miliar, disertai peluang mendapatkan pekerjaan sesuai kebijakan daerah.

Ia menilai insentif tersebut menjadi motivasi tambahan bagi atlet untuk berlatih lebih serius. Namun, ia menekankan bahwa pembinaan tidak boleh dilakukan secara instan atau hanya menjelang pertandingan.

“Kalau kita mulai sekarang, persiapannya semakin matang. Semakin lama latihan, tentu semakin bagus,” ujarnya.

Sejumlah atlet dan pelatih telah mengikuti program pembinaan, termasuk latihan di luar daerah. Langkah ini penting agar kemampuan atlet Bengkulu tidak tertinggal dari provinsi lain.

Pencarian Bibit Baru dari Kota Bengkulu

Ketua Pengcab POBSI Kota Bengkulu, Rodi, menyambut baik terpilihnya kembali Rahmad Mulyadi. Ia berharap kepemimpinan yang ada mampu membawa organisasi semakin baik dan melakukan regenerasi atlet.

“Kita berharap dengan terpilihnya Pak Rahmad Mulyadi sebagai ketua umum, ke depan POBSI semakin baik. Kami juga akan terus mengumpulkan dan mencari bibit-bibit atlet baru, khususnya dari Kota Bengkulu,” ujar Rodi.

Rahmad menegaskan, kepengurusan periode 2026–2030 akan menjaga kesinambungan pembinaan dan meningkatkan kualitas atlet. Targetnya bukan sekadar mempertahankan medali perunggu, tetapi membawa biliar Bengkulu naik podium dengan prestasi yang lebih tinggi di ajang nasional.

Reporter: Yasir
Sumber: radarinformasinews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top