Kemenkeu Catat Potensi Investasi Bengkulu Capai Rp473,15 Miliar, Pabrik Minyak Goreng di Bengkulu Utara Dominasi

Penulis: Yasir  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:26:01 WIB
Potensi investasi di Bengkulu tercatat mencapai Rp473,15 miliar dari lima proyek strategis di sektor perindustrian, pertanian, dan pariwisata.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bengkulu mencatat potensi investasi di Provinsi Bengkulu mencapai Rp473,15 miliar dari lima proyek strategis. Proyek tersebut tersebar di tiga sektor, yakni perindustrian, pertanian, dan pariwisata, dengan nilai investasi terbesar berasal dari pembangunan pabrik minyak goreng di Kabupaten Bengkulu Utara.

KOTA BENGKULU — Kelima proyek tersebut telah terkonfirmasi siap melangkah ke tahap penyusunan dan penyampaian proposal bisnis hingga 21 Agustus 2026. Kepala Kanwil DJPb Bengkulu Mohamad Irfan Surya Wardhana menyebut total perkiraan nilai investasi yang siap masuk dan memutar roda perekonomian di Provinsi Bengkulu mencapai Rp473,15 miliar.

"Kamu mencatat ada lima peluang investasi besar yang telah terkonfirmasi siap melangkah ke tahap penyusunan dan penyampaian proposal bisnis hingga 21 Agustus 2026," kata Irfan di Kota Bengkulu, Rabu.

Pabrik Minyak Goreng Rp345,42 Miliar Jadi Proyek Terbesar

Dari sisi nominal, sektor perindustrian mendominasi dengan porsi 73 persen dari total nilai investasi. Proyek terbesar adalah pembangunan pabrik minyak goreng di Kabupaten Bengkulu Utara yang mencapai Rp345,42 miliar.

Proyek ini diproyeksikan menjadi hilirisasi industri sawit. Dengan begitu, petani tidak lagi sekadar menjual bahan mentah, tetapi bisa mendapatkan nilai tambah dari produk olahan.

Pertanian Terpadu dan Wisata Air Jadi Andalan Baru

Sektor pertanian juga mendapat porsi signifikan melalui proyek pembangunan sistem pertanian terpadu atau integrated nursery farming system di Kabupaten Bengkulu Utara senilai Rp95,20 miliar. Proyek ini dinilai akan menopang ketahanan bibit dan pertanian berkelanjutan di wilayah tersebut.

Sementara itu, sektor pariwisata diisi oleh tiga proyek. Pengembangan laguna waterpark dan resort di Kabupaten Kaur memiliki potensi investasi Rp19,10 miliar.

Dua proyek lainnya berada di Kabupaten Seluma, yaitu pengembangan Wisata Ikan Larangan di Desa Taba Lubuk Puding senilai Rp7,04 miliar dan Desa Wisata Cemoro Sewu Kungkai Baru senilai Rp6,37 miliar.

Pergeseran Ekonomi dari Sektor Primer ke Hilirisasi

Irfan menilai komposisi investasi ini mencerminkan pengembangan ekonomi daerah yang tidak lagi eksklusif bertumpu pada sektor primer. Mulai terjadi pergeseran pada hilirisasi komoditas dan sektor jasa.

"Kondisi ini mencerminkan pengembangan ekonomi daerah yang tidak lagi eksklusif bertumpu pada sektor primer, tetapi mulai bergeser pada hilirisasi komoditas dan sektor jasa dan hal tersebut merupakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang harus kita kawal bersama," ujar dia.

Dengan masuknya potensi investasi tersebut, diharapkan dapat membawa efek ganda yang masif bagi penyerapan tenaga kerja lokal. Selain itu, proyek ini juga diharapkan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta meningkatkan nilai tambah produk komoditas unggulan di Provinsi Bengkulu.

Reporter: Yasir
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top