Stok Biosolar di Terminal Pulau Baai Bengkulu 2.448 KL, Pertamina Pastikan Aman untuk Tujuh Hari ke Depan

Penulis: Ragil  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:40:01 WIB
Stok Biosolar di Terminal Pulau Baai Bengkulu tercatat 2.448 KL dan dipastikan aman untuk tujuh hari ke depan.

PT Pertamina Patniaga memastikan stok BBM jenis Biosolar di Terminal Pulau Baai, Bengkulu, aman untuk memenuhi kebutuhan warga selama sekitar tujuh hari ke depan. Sales Area Manager Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga Mochammad Farid Akbar menyebut persediaan saat ini mencapai 2.448 kiloliter (KL). Pertamina juga telah menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut solar baru untuk menjaga keberlanjutan pasokan.

BENGKULU — PT Pertamina Patra Niaga menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar di Provinsi Bengkulu tetap aman. Stok sebanyak 2.448 kiloliter (KL) yang tersimpan di Terminal Pulau Baai diperkirakan cukup untuk melayani penyaluran ke seluruh SPBU di wilayah tersebut selama kurang lebih tujuh hari.

"Kalau Biosolar masih aman, kita stok di Pulau Baai saat ini Biosolar sebanyak 2.448 KL, itu bisa tahan sampai sekitar tujuh harian," kata Sales Area Manager Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga Mochammad Farid Akbar, Rabu.

Jadwal Kedatangan Kapal Pengangkut Solar

Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Pertamina telah menyiapkan rencana distribusi tahap berikutnya. Farid menyebut kapal pengangkut solar dijadwalkan tiba setelah kapal pembawa Pertalite masuk ke perairan Bengkulu, yang diperkirakan terjadi pada 28-29 Agustus.

"Untuk kapal solar, estimasinya setelah kapal Pertalite yang nanti kemungkinan datang tanggal 28-29 Agustus ini, setelah itu kapal masuk (bawa) solar," ujarnya.

Pertamina memastikan jadwal kedatangan kapal tetap dipengaruhi oleh kondisi cuaca di perairan. Pihaknya berharap cuaca mendukung agar proses distribusi BBM dari Terminal Pulau Baai ke SPBU di Bengkulu bisa berjalan lancar tanpa hambatan.

Sempat Ada Keterlambatan Penyaluran ke SPBU

Sebelumnya, penyaluran BBM jenis Pertalite dari Terminal Pulau Baai sempat tertahan sekitar tiga hingga empat jam. Hal ini terjadi karena berlangsung aktivitas bongkar muat kapal di wilayah operasional terminal.

Penahanan sementara tersebut dilakukan demi memastikan aspek keselamatan, namun berdampak pada keterlambatan pengiriman ke sejumlah SPBU di wilayah kota. Farid menjelaskan, keterlambatan kedatangan kapal juga kerap dipengaruhi oleh kondisi cuaca di perairan.

"Mulai hari ini sampai seterusnya mudah-mudahan kapal tepat waktu, tidak ada kendala," harapnya.

Pertamina menegaskan terus mengatur jadwal kedatangan kapal agar ketersediaan Biosolar dan penyalurannya ke SPBU di Bengkulu tetap terjaga. Langkah ini bagian dari komitmen menjaga kelancaran pasokan energi bagi masyarakat dan dunia usaha di daerah tersebut.

Reporter: Ragil
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top